Home / Populer / LKP Diharapkan Bantu Pemprov NTT Entaskan Kemiskinan

LKP Diharapkan Bantu Pemprov NTT Entaskan Kemiskinan

Bagikan Halaman ini

Share Button
LKP Timiqi.jpg                                                                                                          Lembaga Kursus dan Pelatihan Timiqi

MORAL-POLITIK.com– Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diharapkan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dalam mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di daerah ini. Karena itu, peserta pelatihan program keluarga harapan (PKH) nantinya harus mampu memanfaatkan keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh untuk bisa mandiri.

Demikian dikatakan Goris Bahik, Kepala Seksi PAUDMI Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, saat membuka pelatihan program pendidikan kecakapan hidup di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Timiqi, Jumat (16/1/2015) yang lalu.

Bahik mengatakan, kebersamaan yang dirajut antara Dinas PPO Kota Kupang dan Dinas P dan K NTT sejak tahun 2014 mulai terasa. Saat blusukan ke LKP untuk membuka kegiatan pelatihan, bisa mengetahui letak dan perkembangan masing-masing LKP.

Dikatakan, selain koordinasi yang dilakukan selama ini melalui proposal kegiatan yang diajukan, juga dapat diketahui perkembangan setiap lembaga. “Keberadaan LKP dalam membangun semangat dan motivasi mengentaskan kemiskinan di daerah ini,” katanya.

Diakuinya, upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran tidak semata menjadi tugas pemerintah. Tetapi, kehadiran dunia usaha juga turut membantu pemerintah dalam tugas tersebut.

Kepada para peserta pelatihan di LKP Timiqi, Bahik berharap setelah mengikuti kegiatan pelatihan, bisa mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh, agar bisa bermanfaat bagi kehidupan ke depan. Setidaknya, dengan mengikuti pelatihan, mereka dapat bersaing di dunia kerja hingga mendapatkan pekerjaan. “Para peserta juga harus mempelajari proses pemilik LKP Timiqi hingga menjadi seperti saat ini,” katanya.

Saat ini, tambahnya, banyak persaingan di dunia kerja. Karena itu, kembangkan potensi di dalam diri agar bisa jadi manusia yang mandiri.

Baca Juga :  Dilaporin ke Polisi, Ahok: Pura-pura Gila Aja

“Banyak persaingan dan untuk bisa maju dibutuhkan keterampilan, pengetahuan, serta karakter sikap. Saya yakin peserta pelatihan di LKP Timiqi punya keinginan untuk maju, modal bukan hal utama. Ikuti kursus dan harus ada kemauan,” katanya.

Fia Priscilla Nunuhitu, Direktur LKP Timiqi menjelaskan, program pendidikan kecakapan hidup yang dilaksanakan diikuti 20 peserta yang bertujuan untuk mengembangkan potensi diri dalam penguatan kepribadian untuk mendapatkan keterampilan yang diperlukan untuk pengembangan ke depan.

Dikatakannya, program pelatihan tersebut sepenuhnya didanai dari bantuan Direktorat Jenderal Kursus dan Pelatihan dan Ditjen PAUDMI Kementerian Pendidikan Nasional tahun 2014.

Pelaksanaan pelatihan sudah dimulai sejak 5 Januari dan akan berlangsung hingga Maret mendatang atau selama 200 jam.

Ia berharap, setelah pelatihan, semua peserta mampu berkembang secara mandiri, lewat keterampilan yang diperoleh selama pelatihan. “Mudah-mudahan keterampilan yang didapat bisa bersaing di tengah kerasnya dunia kerja saat ini, dan bisa menjaga kualitas yang baik,” katanya.

Hadir dalam pembukaan kegiatan Ros Dethan, Kepala Seksi PAUD-PLS yang juga Plh Kepala Bidang PLS Dinas PPO Kota Kupang, Koordinator Pelaksana yang membidangi kursus paket a, b, c Aram Kolifai, Ketua RW setempat, dan para peserta pelatihan.

(nyongky)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button