Home / Populer / Mengapa Politisi PDI-P bilang Jokowi Dihalang-halangi “Brutus” di Istana?

Mengapa Politisi PDI-P bilang Jokowi Dihalang-halangi “Brutus” di Istana?

Bagikan Halaman ini

Share Button
jokowiPresiden terpilih Joko Widodo (tengah depan) berpose bersama Kepala Staf Kantor Transisi Rini M Soemarno (kiri depan) dan 4 deputi kantor transisi Hasto Kristiyanto (kanan depan), Andi Widjajanto, Anies Baswedan, dan Akbar Faisal (kiri-kanan belakang) seusai meresmikan kantor transisi di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Senin (4/8/2014). Kantor berwujud rumah itu akan menjadi tempat untuk mempersiapkan jalannya pemerintahan hingga pelantikan presiden, termasuk membahas pembentukan kabinet dan APBN 2015.

 

MORAL-POLITIK.com– Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI-P, Masinton Pasaribu, menyebut ada sejumlah pihak yang disinyalir ingin memisahkan Presiden Jokowi dengan partai pendukungnya. Orang-orang itu, kata Masinton, bertebaran di lingkaran Istana.

Melansir kompas,com, sinyal “orang-orang bahaya” itu, menurut Masinton, ia peroleh setelah informasi yang beredar bahwa Jokowi merasa tertekan oleh partai politik pendukungnya. Tepatnya setelah muncul konflik antara KPK dan Polri.

“Posisi Pak Jokowi hari ini dilingkari oleh orang-orang di Istana untuk menjauhkan Pak Jokowi dengan parpol. Ada ‘Brutus-Brutus’ di Istana mau jauhkan Pak Jokowi dari partai,” kata Masinton saat diskusi Iris Kritis PWJ bertema “100 Hari Jokowi, Masihkah Menjadi Petugas Partai?” di Menteng, Jakarta, Kamis (29/1/2015).

Meski demikian, Masinton enggan menyebut nama “Brutus-Brutus” tersebut. Politisi PDI-P itu hanya membantah bahwa Jokowi dalam keadaan ditekan partai pendukung dalam menyelesaikan perseteruan antara KPK dan Polri sebagaimana dikabarkan selama ini.

“Partai pendukung memberikan kebebasan kepada Jokowi untuk mengambil sikap menggunakan hak prerogatifnya,” pungkas Masinton.

(erny)

Baca Juga :  Kapolri: Sinyal HP Salah Satu Penumpang AirAsia jadi Petunjuk Temukan Lokasi

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button