Home / Populer / Pelapor Bambang Widjojanto akan dilaporkan balik ke Bareskrim

Pelapor Bambang Widjojanto akan dilaporkan balik ke Bareskrim

Bagikan Halaman ini

Share Button
balikAnggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sugianto Sabran diwawancarai wartawan saat hadir di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (23/1/2015). Sugianto Sabran adalah pelapor kasus yang menjadikan Bambang Widjojanto sebagai tersangka. Politikus PDIP ini datang untuk perbaharui laporan yang membuatnya gagal menjadi Bupati Kotawaringin Barat.

 

MORAL-POLITIK.com– Nursyahbani Katjasungkana, kuasa hukum Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto, mengatakan, pihaknya berencana melaporkan balik orang yang melaporkan Bambang ke Badan Reserse Kriminal Polri. Nursyahbani menambahkan, kedatangannya ke Gedung KPK untuk membahas pelaporan balik tersebut bersama Bambang.

“Kita akan membahas tentang pelaporan balik pelapor,” ujar Nursyahbani di Gedung KPK, Jakarta, Senin (26/1/2015).

Melansir kompas.com, Bambang dilaporkan oleh mantan calon Bupati Kotawaringin Barat, Sugianto Sabran, atas dugaan memengaruhi saksi untuk memberikan keterangan tidak benar pada persidangan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi tahun 2010. Atas pelaporan Sugianto pada 19 Januari 2015, Bambang ditangkap oleh petugas Bareskrim pada Jumat (23/1/2015) pagi. Bambang langsung diperiksa sebagai tersangka.

Tak hanya Nursyahbani, Usman Hamid yang juga kuasa hukum Bambang pun datang ke Gedung KPK untuk membahas rencana tersebut. Ia mengatakan, materi pelaporan berkaitan dengan dugaan Bambang memengaruhi saksi dalam persidangan.

“Jadi nanti (yang dilaporkan) ada pelapornya, ada saksinya,” kata Usman.

Pilkada Kotawaringin Barat tahun 2010 diikuti oleh dua pasangan calon, yaitu Sugianto Sabran-Eko Soemarno dan Ujang Iskandar-Bambang Purwanto. Berdasarkan hasil penghitungan suara yang dilakukan KPUD Kotawaringin Barat, Sugianto-Eko memperoleh 67.199 suara. Sementara itu, pasangan Ujang-Bambang hanya memperoleh 55.281 suara.

Pasangan Ujang-Bambang yang kalah lantas mengajukan upaya sengketa di MK. Saat itu, yang menjadi kuasa hukum pasangan Ujang-Bambang adalah Bambang Widjojanto.

Baca Juga :  Pengacara Novel: Ada 6 Kebohongan Polisi dalam 1x24 Jam

Saat ditemui di Bareskrim Polri, Jumat (23/1/2015), Sugianto menyatakan bahwa dalam sidang di MK, Ujang-Bambang menghadirkan sejumlah saksi. Namun, saksi itu diduga telah diminta oleh Bambang untuk memberikan keterangan palsu saat bersaksi di depan majelis hakim.

Salah seorang saksi yang diminta untuk memberikan keterangan adalah Ratna Mutiara. Sugianto telah melaporkan kasus pemberian keterangan palsu itu ke Bareskrim pada 2010. Hasilnya, Ratna divonis lima bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Namun, akibat keterangan palsu yang diberikan Ratna, kemenangan Sugianto-Eko akhirnya dianulir oleh MK. Bahkan, kata Sugianto, jumlah suara yang dimilikinya dianulir oleh MK. “Permintaan Saudara Ujang Iskandar cuma pilkada ulang, tetapi saya didiskualifikasi. Saya satu-satunya di Indonesia yang didiskualifikasi di mana, yang mana, suara saya 67.000 dihilangkan MK,” pungkas Sugianto.

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button