Home / Populer / Pentingnya Cowok Ganteng Ramaikan CFD Kota Kupang

Pentingnya Cowok Ganteng Ramaikan CFD Kota Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button

trio smp

 

MORAL-POLITIK.com– Pagi-pagi buta pada ketika waktu menunjukan, Sabtu 31/1/2015, Kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diselimuti awan berwarna separuh cerah. Semalam hujan mengucur cukup deras, warga Kota Kasih ini menyambutnya dengan senyum manis.

Betapa tidak? Nama lain dari Kota Kasih ini yaitu Kota Kemarau lantaran waktu teriknya sekitar sembilan bulan, sedangkan hujan hanya sekitar tiga bulan, mengakibatkan dedaunan pohon baru mulai menghijau, tanaman di pekarangan dan kebun baru menikmati napas kehidupan sekitar sebulan lamanya.

Air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang keluar di rumah masing-masing warganya masih senin-kamis. Air dari mobil tangki pun mahalnya bukan main-main, berawal dari ekses kenaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kendati pemerintah telah menurunkan harga BBM sebanyak dua kali, namun tak diikuti dengan menurunnya semua komponen harga di pasaran.

Lepas dari realitas tersebut, sudah nyaris jadi kelaziman warga Kota Karang memanfaatkan arena Car Free Day (Hari Bebas Bekendaraan) pada setiap Sabtu, mulai jam 05.00 hingga 09.00 di Jalan Raya El Tari, tepatnya mulai dari bibir Kantor Gubernur NTT hingga ke bibir Kantor Polda NTT. Ruas jalan dua jalur yang di tengahnya ditumbuhi pohon-pohon besar berusia sekitar tiga puluhan tahun ini menjadi saksi bisu warganya berbondong-bondong dengan caranya masing-masing.

Cukup banyak warga yang datang dengan menggunakan mobil dan motor lalu diparkir di tempat yang telah disediakan aparat Kepolisian Kupang Kota, ada yang datang dengan cara mendayung sepeda, dan ada juga yang menggunakan kendaraan umum lalu turun di bibir jalan yang diperbolehkan oleh aparat.

Berbeda dengan sejumlah wanita cantik, elok dan rupawan. Mereka diantar oleh orangtua atau kakak/adiknya, lalu turun dan berjalan untuk mencari tempat beraktivitas.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya akan tindak kendaraan pengguna rotator

Ada tiga dara cantik yang melepas penat di bibir halaman tempat ditanamnya pohon dan bunga-bunga. Boleh dibilang sangat ramah dan familiar–lazimnya jika tipekal seperti ini, tak mudah untuk diajak “kencan” seputar mimpinya tentang CFD ideal di kota kebanggaannya ini.

Dara seksi bernama Asa, Gian dan Alda ini mengaku, sejuah ini momentum CFD sudah bagus, namun akan semakin bagus jikalau dimanfaatkan juga oleh cowok-cowok menarik.

“Hitung-hitung untuk cuci mata dan penambah spirit atau semangat,” kata trio yang masih bersekolah di SMP Tunas Glorya Sikumana ini, laksana sedang mengikuti paduan suara.

Ketika ditanya domisilinya, ada yang mengatakan di Sikumana, dan duanya lagi mengatakan di Perumnas.

Di bibir kencan, serempak mereka bilang, “idealnya arena CFD jangan hanya difokuskan kepada warga Kota Kupang. Bagusnya bisa disiasati sebagai media untuk mendulang wisatawan Nusantara dan Mancanegara sebanyak mungkin”.

Cerdas sekali terang berpikirnya. Persoalannya, apakah Pemerintah Kota Kupang dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisatanya punya mimpi yang sama dengan warganya yang boleh dibilang masih “beraroma kencur” ini?

Jika sudah punya mimpi tapi belum tahu taktik dan strateginya, mengapa tidak berkemauan baik untuk mengajak mereka yang punya akses dan tahu teori promosi dan pemasaran? Saatnya kerja secara sinergitas, bukan egosentris, karena tak mau dananya dibagikan kepada orang di luar dinasnya.

 

Penulis: Vincentcius Jeskial Boekan (Novelis)

 

 

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button