Home / Populer / “Penurunan Tarif Angkot disambut dingin Warga Kota Kupang”

“Penurunan Tarif Angkot disambut dingin Warga Kota Kupang”

Bagikan Halaman ini

Share Button
Bemo (3)Angkot (Bemo) di Kota Kupang.

MORAL-POLITIK.com– Setelah Penerapan tarif angkutan kota (angkot) baru yang diturunkan dari tarif angkot yang berlaku sebelumnya, sejauh ini tidak reaksi penolakan dari para supir angkot di Kota Kupang. Pemantuan petugas dinas perhubungan di lapangan, tarif baru dapat diberlakukan dengan baik di lapangan.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang Yogerens Leka kepada moral-politik.com, Sabtu (24/1/2015). Dia menjelaskan, Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 01 Tahun 2015 tentang Penetapan Tarif Angkutan Penumpang dalam Wilayah Kota Kupang sudah ditandatangani Wali Kota Kupang Jonas Salean, pada Kamis (22/1). Setelah Perwali diterbitkan, langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Perhubungan dengan menerbitkab surat edaran.

Dikatakannya, surat edaran itu sudah disebarkan ke terminal untuk dibagikan kepada para supir angkot dan ditempelkan di angkot. Sehingga, masyarakat tahu berapa besaran tarif yang harus mereka bayar. “Kita sudah sebarkan edaran ke terminal untuk dibagi dan ditempelkan di angkot,” katanya.

Dia menjelaskan, tariff yang diberlakukan yakni untuk penumpang dewasa sebesar Rp 3.000 per penumpang, dan untuk pelajar dan mahasiswa sebesar Rp 2.000.

Dia mengakui, sejak mulai diberlakukan tariff baru pada Jumat kemarin, belum ada protes atau penolakan baik dari para supir angkot, maupun para pengusaha angkot di Kota Kupang. Semuanya menerima tariff baru yang ditetapkan pemerintah.

Para penumpang juga sejauh ini tidak ada laporan ke Dinas Perhubungan terkait ulah para supir dan kondekur nakal yang menagih lebih besar dari tariff yang ditetapkan. “Sampai siang tadi (kemarin siang) belum ada reaksi penolakan dan laporan masyarakat. Semuanya berjalan normal,” pungkas dia.

(nyongky)

Baca Juga :  Pertamina tak monopoli LPG 12 Kg?

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button