Home / Populer / Perbandingan Alat Tempur AS & Rusia di Misi Pencarian Korban AirAsia QZ 850

Perbandingan Alat Tempur AS & Rusia di Misi Pencarian Korban AirAsia QZ 850

Bagikan Halaman ini

Share Button
sampsonKapal Perang USS Sampson milik AS.

 

MORAL-POLITIK.COM– Bantuan untuk pencarian dan evakuasi terhadap korban AirAsia QZ 8501 yang jatuh di Selat Karimata Minggu lalu terus berdatangan dari negara tetangga. Tak terkecuali dari dua negara besar nan ‘digdaya’ Amerika Serikat dan Rusia. Tak tanggung-tanggung, mereka mengirimkan sejumlah pesawat dan kapal tempurnya.

Seperti apa perbandingan alat tempur dua negara itu yang terlibat dalam pencarian korban AirAsia QZ 8501?

Pada Selasa (30/12/2014) lalu Amerika Serikat mengirim kapal perang USS Sampson untuk membantu pencarian AirAsia QZ 8501. USS Sampson adalah salah satu jenis kapal perang penghancur yang dimiliki Angkatan Laut Amerika. Ada 3 kapal perang lain yang bernama serupa. 2 Kapal pertama yang bernama USS Sampson DD-63 dan DD-394 digunakan di Perang Dunia I dan II.

Melansir detik.com, nama Sampson digunakan militer Amerika untuk menghormati Laksamana William T Sampson. Dia merupakan salah seorang pahlawan negeri Paman Sam. Berat kapal ini lebih dari 1.000 ton dan panjangnya hampir 100 meter.

USS Sampson dilengkapi sistem radar dan sonar canggih. Fitur inilah yang dibutuhkan untuk pencarian AirAsia QZ 8501. Sistem radar USS Sampsons bahkan berteknologi 3D.

Kapal ini ditampilkan dalam film Battleship tahun 2012. Dalam film itu, kapal ini dihancurkan oleh alien selama pertempuran intens di Samudra Pasifik di lepas pantai Hawaii.

Permintaan bantuan ini ternyata tidaklah sia-sia, pada hari Jumat (2/1/2015) kemarin Kapal USS Sampson berhasil melakukan evakuasi 12 jenazah pesawat AirAsia QZ 8501. Bisa dibilang, jumlah korban yang dievakuasi oleh USS Sampson lebih banyak dari yang sebelumnya ditemukan kapal lainnya. Helikopter Sea Hawk yang berada di kapal tersebut melakukan tiga kali pengakutan jenazah menuju Pangkalan Bun.

Baca Juga :  Yunilia Edon, Nona Kota Kupang yang Piawai Memetik Sasando (1)

Tak mau ketinggalan, Sabtu dini hari tim bantuan dari Rusia juga tiba di Jakarta. Mereka membawa Pesawat Jet Amfibi Beriev BE-200, dan Pesawat transportasi Ilyushin II-76.

jet ampbhibi                                                                                                       Pesawat Jet Amfibi Beriev BE-200 milik Rusia.

Konselor Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia Veronika Novoseltseva mengatakan BE-200 adalah pesawat amfibi yang bisa mendarat di laut. “Itu peralatan paling modern dan canggih, kedalaman sampai 1000 meter,” kata Veronika kepada wartawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Jumat (2/1/2015) kemarin.
Pesawat Beriev BE-200 memiliki panjang 32 meter, tinggi 8,9 meter dan lebar sayap 32,8 meter. Kecepatan maksimal pesawat ini di udara mencapai 700 km/jam, sementara kecepatan pesawat di atas permukaan laut bisa sampai 560 km/jam.

Pesawat ini bisa lepas landas dari atas permukaan air karena bagian bawah badan pesawat dibuat seperti lambung kapal laut, sementara mesin penggerak terletak di bagian atas sayap sehingga tidak tersentuh oleh air.

Chief Military Expert atau Kementerian Situasi Darurat Rusia dan Ketua Tim SAR Rusia Eduard N Chizhov mengatakan Pesawat Amfibi BE 200 dan Ilyushin II-76 memiliki perlengkapan yang dibutuhkan dalam pencarian AirAsia QZ 8501.

“Jadi BE 200 dan IL-76 itu perlengkapan yang telah dilengkapi oleh peralatan yang dibutuhkan, dan juga sensor infrared untuk menemukan semua alat yang diperlukan untuk pencarian di dalam laut,” kata Eduard di kantor Basarnas, Sabtu (3/1/2015).

Dua pesawat tersebut menurut Eduard juga memiliki kapasitas untuk melakukan operasi pencarian dan mengangkut semua bagian dari pesawat.

(erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button