Home / Populer / Perbedaannya Manajer dengan Pemimpin

Perbedaannya Manajer dengan Pemimpin

Bagikan Halaman ini

Share Button
bedaIlustrasi.
Oleh: Jazak YA
@jazakYA


MORAL-POLITIK.COM –
Mengacu pada edisi pertama kita minggu lalu, (baca: Pemimpin Hebat Bukanlah Superman…) bisa jadi bukan cuma Anda yang sesekali salah tafsir.  Ya, ada kekeliruan yang sudah terlanjur menjadi pemahaman khalayak awam bahwa seorang yang telah ditunjuk atau diangkat menjadi supervisor atau manajer otomatis adalah seorang pemimpin atau leader.

Padahal terdapat perbedaan yang cukup mendasar antara seorang manajer dan seorang pemimpin, beberapa ahli telah mendefinisikan perbedaan tersebut.

Therefore, it is true to say that, “All managers are leaders, but all leaders are not managers.”

Melansir kompas.com, salah satu definisi manajemen yang banyak dianut orang adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dalam kalimat pendek, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen. Dari istilah manajemen, muncullah istilah manajer sebagai bentuk tunggal.

Apa itu manajer?

Manajer adalah pejabat yang bertanggungjawab atas terselenggaranya aktivitas-aktivitas manajemen agar tujuan unit yang dipimpinnya tercapai dengan menggunakan bantuan orang lain.

Dari uraian di atas, definisi managing atau mengelola yang diterima banyak praktisi adalah “proses mencapai tujuan melalui kerja orang lain.”

Jika ini yang dimaksud dengan managing, maka pertanyaan selanjutnya yang timbul: Bagaimana caranya menggerakkan dan mempengaruhi orang lain untuk melaksanakan tugas dan mencapai tujuan? Karena fungsi ini tidak dimiliki oleh manajer atau ada dalam proses managing.

Lantas, adakah hal yang berseberangan dengan managing process saat kita bicara mengenai leading process? Di mana titik perbedaannya?

Proses leading atau memimpin terdiri dari beberapa hal yang diyakini akan mampu membangun pengaruh terhadap anggota tim dan akan mampu menggerakkan anggota tim melakukan segala sesuatu yang diperintahkan oleh sang pemimpin guna mencapai tujuan organisasi atau korporasi.

Baca Juga :  KPK "tantang" Anas tunjukkan bukti soal Ibas

Untuk memastikan seorang leader bisa mencapai objektif bisnis secara paripurna, maka kita tidak dianjurkan mempertentangkan antara proses managing dengan proses leading, karena pada dasarnya keduanya saling memerlukan dan melengkapi, dan harus dijaga keseimbangan kedua proses tersebut.

Jika keseimbangan bergeser, misalnya seorang pemimpin yang sangat jago dalam memotivasi timnya dimana ini adalah fungsi dari kepemimpinan, namun kurang terampil dalam pengawasan yang merupakan salah satu fungsi manajerial, maka yang terjadi adalah aktivitas tim menjadi tak terkendali dan pemimpin tidak tahu sejauh mana tujuan tercapai.

Begitu juga, jika seorang manajer sangat fokus kepada pengawasan saja, tanpa mempertimbangkan motivasi anak buahnya, yang akan terjadi anggota tim menjadi stres. Merasa terus diawasi dan tidak dipercaya, dan mereka hanya akan sekadar saja melaksanakan tugas, yang penting sudah dilaksanakan dan diawasi oleh manajer.

Tentu hal tersebut tidak kita harapkan, oleh sebab itu menjaga (jagalah) keseimbangan keduanya!

Keseimbangan antara leading (memimpin) dan managing (mengelola) akan membuat seorang pemimpin mampu melaksanakan fungsinya sebagai leader dan manager dengan baik dan paripurna, sehingga pertumbuhan organisasi dan bisnis berjalan beriringan serta berkelanjutan.

Pertanyaannya, lalu bagaimana menjaga keseimbangan antara memimpin (leading) dengan mengelola (managing)?

Dengan pendekatan keahlian kepemimpinan dasar atau basic leadership skill,  Anda tidak perlu repot lagi untuk belajar satu per satu dari setiap keahlian memimpin dan mengelola. Anda akan diajak berpetualang menjelajah teknik sederhana yang berdaya guna bagaimana menjalankan fungsi leadership dan managerial secara bersamaan dan berimbang dalam satu kali tindakan atau proses saja.

Dalam kalimat awam populer, dengan pendekatan basic leadership skill  maka satu dua pulau terlampui dengan satu kali kayuh saja. Hal itu berarti Anda telah menyeimbangkan dua senjata sakti mandraguna yang harus dimiliki seorang yang mendapatkan amanah memimpin organisasi, yaitu  leading skill (keahlian memimpin) dan (keahlian mengelola) managing skill.

Kedua hal ituakan kita kupas dengan pas pada edisi berikutnya, sampai bertemu minggu depan!


* Jazak Yus Afriansyah
adalah  seorang  Author , Coach, Trainer (ACT) of Professional Skill Series. Ia menulis Buku Seri Keahlian Profesional yang didesain untuk melengkapi dan membekali para professional dan entrepreuner dengan Knowledge dan Skill yang diperlukan untuk menjawab tantangan dan menangkap peluang bisnis sekaligus menumbuhkan  dan mengembangkan karir profesional, beberapa buku Seri Keahlian Profesional yang telah terbit dan akan terbit.

Berikut buku yang ditulis Jazak: Basic Leadership Skill: Coaching and Counseling (2012),  One Minute Selling in Ethical (2013),  High Impressive Presentation Skill (2013),
Stress! So What? Stress Management Skill (2014), Kiss the King Kong: Key Account Management Skill (2014),  Hot Deals! High Productive Negotiation Skill (2015),  Toxic Boss: Ten Most Poisoned Leader Sins (2015).

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button