Home / Populer / Potong Pohon, PNS Dinas Kehutanan Diamankan Pol PP

Potong Pohon, PNS Dinas Kehutanan Diamankan Pol PP

Bagikan Halaman ini

Share Button
potongIlustrasi.

 

MORAL-POLITIK.COM– Kepala Seksi Rehabilitasi Hutan dan Lahan pada Dinas Kehutanan, Perkebunan, Pertanian dan Peternakan Kota Kupang memerintahkan dua orang anak memotong pohon angsana di taman Jalan Piet A Tallo. Kayu yang dipotong untuk memagari anakan cendana yang sudah ditanam di dekat Hotel Sasando agar tidak dicuri orang.

Aksi pemotongan pohon di lokasi tersebut, akhirnya dihentikan Kepala Bidang Sarana Prasarana di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kupang Ernest Ludji, Jumat (9/1). Pemotongan kayu oleh Hubertus Fatu, asal Kefa dan Mone Rangga asal Sumba sudah dilakukan dua kali.

Saat ditangkap dan diamankan di Satpol PP, keduanya mengaku disuruh oleh Elis Wejo. Keduanya membawa dua sepeda motor. Satu sepeda motor milik Rangga, sedangkan sepeda motor yang digunakan Fatu merupakan sepeda motor plat merah yang digunakan Elis Wejo.

Setelah ditangkap Ludji, ia lalu berkoordinasi dengan Satpol PP yang langsung ke lokasi dan mengamankan pelaku beserta kayu yang dipotong dan dua unit sepeda motor yang digunakan ke kantor Satpol PP.

Fatu kepada moral-politik.com mengaku, dia disuruh Elis memotong kayu di lokasi itu. Kayu yang dipotong sebelumnya sudah dibawa ke lahan di dekat Hotel Sasando dan sudah digunakan memagari areal itu. Namun, saat sedang memotong pada Kamis kemarin, ia dan temannya diamankan petugas dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kupang.

“Kami disuruh ibu elis potong pohon di situ. Kayunya untuk pagar cendana di samping Hotel Sasando,” katanya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kupang Thomas D Dagang mengatakan, kedua pelaku akan diambil keterangannya untuk diproses lebih lanjut. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk menentukan langkah penanganan persoalan tersebut.

Baca Juga :  Kivlan Zein beberkan foto pembunuhan di Semanggi

Sementara itu Kepala Seksi Rehabilitasi Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan, Perkebunan, Pertamanan, dan Peternakan Kota Kupang Elis Wejo mengakui, dia hanya menyuruh untuk memotong ranting, bukan memotong pohon. Dahan dan ranting yang dipotong akan digunakan memagari anakan cendana, karena di lokasi penanaman cendana ada yg mencuri.

Ia membantah menyuruh memotong pohon. Hanya saja, mungkin anak-anak yang salah mengerti sehingga memotong pohon.

“Tujuannya untuk rapikan. Beta ini tukang tanam pohon di kota ini. Sangat ajaib kalai be suruh potong pohon lagi,” katanya.

Menurutnya, pohon di lokasi di dekat Cave dan Karoke X2 sudah sangat rimbun. Sehingga, pada musim hujan seperti saat ini perlu dipangkas untuk dirapikan. Jadi, yang dilakukan adalah pemangkasan untuk merapikan, bukan untuk memotong pohonnya.

“Maksud dan tujuannya sebenarnya bagus, hanya karena tidak kontrol di lapangan sehingga anak-anak salah dalam melakukan pemangkasan,” pungkasnya.

(erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button