Home / Populer / Proyek DAU yang roboh dipertanyaan DPRD Kota Kupang

Proyek DAU yang roboh dipertanyaan DPRD Kota Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button
gorong2Proyek DAU yang roboh.

 
MORAL-POLITIK.com– Komisi III DPRD Kota Kupang menilai proyek pekerjaan dinding penahan lonsor di wilayah Kelurahan Kayu Putih dikerjakan asal-asalan saja. Pasalnya, proyek yang baru rampung pada tahun 2014 lalu ini dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) 2014, langsung roboh ketika mendapat ujian pertama saat hujan lebat turun melanda Kota Kupang pekan lalu.

Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe bersama Komisi III di lokasi, Kamis (29/1/2015) saat memantau tembok penahan longsor yang runtuh mengatakan, pekerjaan yang dikelolah oleh Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Kupang ini, dan dikerjakan oleh CV. Orland, dilakukan asal-asalan saja sehingga dinding penahan longsor yang baru dikerjakan belum setahun sudah roboh ketika menerima terjangan air saat hujan.

“Secara teknis pekerjaan ini tidak memikirkan kualitas, sehingga saat hujan besar dan volume air tinggi bisa langsung menghancurkan dinding penahan tersebut,” katanya.

Menurutnya, hasil pekerjaan itu jelas sangat merugikan warga Kayu Putih, khususnya di jalan Dua Lontar yang sudah lama mendambakan adanya tembok penahan longsor di lokasi mereka. “Ini jelas suatu kerugian besar. Jika sudah roboh seperti ini, siapa yang bertanggung jawab. Masa pemeliharaan juga sudah habis dan siapa lagi yang bertanggung jawab?” katanya miris.

Hal senada juga dikatakan Anggota Komisi III DPRD, Tellendmark Daud. Katanya, robohnya dinding penahan longsor ini, dikarenakan proses pekerjaan dilakukan asal-asalan saja.

“Pemasangan batu saja hanya disusun tanpa ditaruh campuran dan campuran dipasang pada bagian luar agar kelihatan kokoh. Kerja seperti ini jelas asal-asalan. Jika volume air banyak dan deras maka daya tahan dinding tidak akan kuat dan roboh,” tambahnya.

Baca Juga :  Gallery Foto Pelantikan Pejabat Eselon II oleh Gubernur NTT (2)

Anggota komisi III lainya yakni, Herry Kadja Dahi menyesalkan pekerjaan dengan volume anggaran sebesar Rp 350.170.000, tetapi pekerjaan itu dilakukan asal-asalan saja .

“Mutu pekerjaan yang menjadi pertanyaan bagi kami anggota DPRD. Pekerjaan ini hanya diburu supaya cepat habis tetapi tidak berkulitas,” pungkas dia.

(nyongky)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button