Home / Populer / Pukat berharap PDI-P Klarifikasi soal Pernyataan Hasto

Pukat berharap PDI-P Klarifikasi soal Pernyataan Hasto

Bagikan Halaman ini

Share Button
hasto1Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto memberikan keterangan pers terkait pengaktifan kembali Badan Penanggulangan Bencana Alam (Baguna) PDI-P yang sempat vakum sejak dibentuk pada 2006, di Jakarta, Jumat (9/1/2015). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian perayaan ulang tahun ke-42 PDI-P.

 

MORAL-POLITIK.com– Direktur Pusat Kajian Anti-Korupsi (Pukat) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Zainal Arifin Mochtar mengatakan, PDI Perjuangan harus memberikan klarifikasi atas pernyataan Hasto Kristiyanto. Pasalnya, pernyataan Hasto berpotensi menimbulkan polemik baru dalam upaya pemberantasan korupsi yang sedang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi.

“PDI Perjuangan harus bisa memberikan klarifikasi soal ini. Jangan-jangan ini kerjaan Hasto saja,” kata Zainal saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/1/2015).

Melansir kompas.com, Zainal mengaku tak ingin menebak apa motif di balik pernyataan Hasto tersebut. Hanya saja, pernyataan yang dilontarkan Pelaksana Tugas Sekjen DPP PDI Perjuangan itu rupanya dibantah oleh mantan Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo.

“Tadi saya baca di media, Tjahjo membantah adanya pertemuan itu. Andi (Sekretaris Kabinet) juga membantah adanya pertemuan itu,” kata Zainal. (Baca: Tjahjo Kumolo Tak Pernah Dengar Pembicaraan Samad Jadi Cawapres)

Sebelumnya, Tjahjo memberikan pernyataan bertolak belakang dengan yang diungkapkan Hasto. Menurut dia, nama Ketua KPK Abraham Samad tidak pernah dibahas sebagai calon wakil presiden bagi Joko Widodo pada masa pemilihan presiden lalu.

“Oh enggak pernah (pembahasan Abraham jadi cawapres). Enggak pernah dengar saya. Sebagai sekjen, enggak dengar, karena di partai enggak pernah membahas soal itu,” ujar Tjahjo seusai pertemuan Presiden Jokowi dengan ratusan bupati di Istana Bogor, Kamis (22/1/2015).

Seperti diberitakan, “bola panas” kini kembali dimainkan oleh PDI-P dengan mengungkap peran Abraham dalam pelaksanaan pemiilhan presiden lalu. Hasto menuding Abraham berbohong tak mengakui tulisan “Rumah Kaca Abraham Samad” yang ada di Kompasiana. Di dalam tulisan itu diceritakan soal manuver Abraham mendekati PDI-P.

Baca Juga :  Titi Anggraeni: Kecil kemungkinan Gugatan Prabowo dikabulkan MK

“Memang terjadi pertemuan antara petinggi PDI-P, partai koalisi dengan Abraham Samad. Saya sendiri menjadi saksi pertemuan itu,” ujar Hasto di rumah bekas media center di Jalan Cemara, 19, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (22/1/2015).

Hasto menyebut, pertemuan antara kekuatan politik pengusung Jokowi sebagai calon presiden dengan Abraham Samad beserta tim yang mengusungnya terjadi lebih dari lima kali. Hasto tidak ingat di mana saja pertemuan berlangsung. Saat itu, Samad menyampaikan keinginannya untuk mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden. (Baca: Hasto Akui Pertemuan Abraham dengan Para Petinggi Parpol Bahas Cawapres)

Pernyataan Hasto ini keluar tak lama setelah Presiden Jokowi menunda pelantikan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Kapolri karena ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Budi adalah mantan ajudan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri. Semenjak keputusan ini dikeluarkan, PDI-P mengaku kecewa dengan langkah yang diambil Jokowi itu.

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button