Home / Populer / Rencananya Komisi III DPR Bahas Pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri

Rencananya Komisi III DPR Bahas Pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri

Bagikan Halaman ini

Share Button
bahasAnggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Aziz Syamsuddin.

 

 

MORAL-POLITIK.COM– Ketua Komisi III DPR RI Aziz Syamsuddin mengatakan bahwa DPR akan mulai membahas pencalonan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri dalam rapat pleno pada Senin (19/1/2015). Dalam rapat tersebut akan dibahas mengenai mekanisme pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri.

“Disepakati pleno dilakukan 19 Januari,” kata Aziz di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/1/2015).

Melansir kompas.com, Aziz mengungkapkan, sebelum rapat pleno digelar, perwakilan Komisi III DPR dijadwalkan mengunjungi kediaman Budi. Kunjungan itu akan digelar pada Jumat (16/1/2015) siang.

Politisi Partai Golkar itu mengatakan, dalam rapat tersebut juga akan disampaikan pandangan dari tiap fraksi. Ia berharap semua fraksi dapat terlibat dalam tim kecil untuk menentukan mekanisme dan pertanyaan guna melengkapi pertanyaan yang disiapkan pimpinan dan sekretariat DPR. “Kami libatkan fraksi-fraksi untuk ikut urun rembuk,” katanya.

Selain itu, ada kemungkinan Komisi III DPR akan meminta rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sikap itu bisa diambil jika rapat pleno mengusulkan dan disetujui oleh mayoritas peserta rapat.

Budi Gunawan dicalonkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Kepala Polri. Dokumen pencalonan Budi Gunawan itu beredar seperti yang diterima Kompas.com pada akhir pekan lalu. Dalam dokumen tersebut, Budi dicalonkan oleh Jokowi sebagai calon tunggal dan surat pemberitahuan itu diserahkan ke DPR dengan tanggal 9 Januari 2015. Saat ini Budi tercatat sebagai jendral bintang tiga dan menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Polri.

Bersamaan dengan pengajuan calon Kapolri itu, Jokowi akan memberhentikan Kapolri Jendral Sutarman dari jabatannya. Budi pernah menjadi ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri. Seusai menjadi ajudan, Budi pernah menjabat Kapolda Bali (2012).

Baca Juga :  'Dari opera sabun ke Anas tak tahu dan tak terima uang'

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button