Home / Populer / Tertibkan PKL, Sat Pol PP Kota Kupang tebang pilih?

Tertibkan PKL, Sat Pol PP Kota Kupang tebang pilih?

Bagikan Halaman ini

Share Button
ppIlustrasi.

MORAL-POLITIK.COM– Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Kupang, hari ini, Kamis (15/1/2015) menertibkan kios milik para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Piet A. Tallo, tepatnya di sebelah Gedung Graha Pena.

Penertiban itu dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Penegak Perda, Sat Pol PP Kota Kupang, Kris Nale bersama puluhan anggota Sat Pol PP. Dalam penertiban itu, tidak ada perlawanan dari para pedagang, mereka bersama-sama para petugas Pol PP mengangkut barang dagangan milik mereka.

Namun dalam penertiban itu, ada rasa tidak puas dari dua pedagang sayur, Iba Boymau dan Wellem Misa. Keduanya mengaku sudah mendapat teguran dari tiga tahun lalu dan ketika dibongkar lapak dagangan, mereka pasrah dan siap dibongkar. Tapi menurutnya kenapa tidak semua kios di lokasi yang sama tidak ditertibkan dan hanya kios milik mereka saja yang ditertibkan.

“Ini merupakan penertiban yang pilih kasih. Kami sadar sudah mendapat teguran berkali-kali dan siap dibongkar. Tapi kenapa cuma kami saja yang ditertibkan, suatu ketidakadilan telah dipertontonkan pemerintah,” kata Wellem.

Sementara itu, Lurah Liliba yang ditemui di lokasi penertiban mengaku penertiban awal hanya untuk tiga kios yang menjual sayur dan ikan. Sedangkan tiga kios yang berjualan buah dan barang kebutuhannya lainya akan dibongkar kemudian. Ketika ditanya apakah pihak kelurahan sudah memberikan waktu kapan waktu untuk dibongkar, Lurah mengaku belum ada batas waktu yang ditetapkan, tetapi akan dilakukan secepatnya.

Sementara itu, Kabid Penegakan Perda, Kris Nalle mengaku, penertiban dilakukan karena para pedagang sudah diperingati selama tiga tahun. Penyampaian untuk membongkar kios yang berada di wilayah damija sudah melalui lisan maupun surat teguran berulang-ulang kali. Namun teguran-teguran yang disampaikan tidak pernah digubris sehingga pihak Pol PP melakukan tindakan tegas dengan menertibkan bangunan.

Baca Juga :  SBY: Gaji Menteri Pas-pasan, Jokowi: Kerja di Swasta jika Mau Gaji Besar

Pantauan moral-politik.com, ada kesan tidak adil dalam penertiban itu. Ada tiga kios yang berdiri megah tidak dibongkar dan tetap berdiri kokoh. Penertiban itu sepertinya pilih kasih. Bahkan media ini mendapati Lurah Liliba Jhon Foe dan beberapa staf kelurahan sedang menikmati buah yang disajikan salah satu pemilik kios buah yang bangunannya ditertibkan. Mereka menikmati hidangan buah yang disajikan sambil memandang pembongkaran kios milik warga lokal.

(nyongky)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button