Home / Populer / “Tiba-tiba saja Kediaman Megawati Soekarnoputri Kedatangan Tamu”

“Tiba-tiba saja Kediaman Megawati Soekarnoputri Kedatangan Tamu”

Bagikan Halaman ini

Share Button
rmhIlustrasi kediaman Megawati Soekarnoputri. (Foto: google).

 

 

MORAL-POLITIK.com– Kediaman Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kedatangan sejumlah tamu. Belum diketahui tamu yang datang termasuk pembahasan yang dilakukan tertutup dengan Mega.

Pantauan detikcom, sejumlah mobil masuk ke kediaman Mega di Jl Teuku Umar, Jakpus, sejak pukul 18.00 WIB, Rabu (28/1/2015).

Mobil pertama yang masuk adalah Alphard 1070 RFS, menyusul kemudian Mercedes-Benz B 1128 RFT pada pukul 18.28 WIB dan Alphard B 1077 RFS pukul 19.02 WIB. Menurut catatan detikcom, mobil yang terakhir pernah terlihat ditumpangi Ketua FPDIP DPR Olly Dondokambey.

Sedangkan mobil Mercedes-Benz B 245 TP keluar dari gerbang rumah Mega pukul 19.03 WIB disusul 20 menit kemudian oleh Land Cruiser B 1183 BD.

Melansir detik.com, siapa yang ada di mobil-mobil tersebut, pewarta tak bisa memastikan. Sebab tim penjaga kediaman Mega lagi-lagi melarang perwarta berada dekat pagar putih. Awak media dipaksa menunggu di seberang rumah yang terpisahkan Jl Teuku Umar.

Memang keramaian di kediaman Mega malam ini tak seramai saat penetapan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka. Namun setiap ‘gerakan’ di rumah Mega selalu menarik perhatian.

Di Istana Negara, siang tadi Tim 9 pimpinan Syafi’i Ma’arif bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Mereka memberi masukan terkait kisruh KPK dengan Polri pasca penetapan Komjen Budi sebagai tersangka yang disusul dengan penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

Salah satu masukan yang diberikan, Tim 9 meminta Presiden tidak melantik Komjen Budi sebagai Kapolri. “Dan mempertimbangkan kembali untuk mengusulkan calon baru Kapolri, agar institusi Polri segera mendapat calon Kapolri yang definitif,” kata Ketua Tim 9 Ahmad Syafi’i Maarif.

Dalam penjelasannya di sesi tanya jawab dengan wartawan, Syafi’i menyebut pencalonan Budi bukan inisiatif Jokowi. “Ini benar, saya mendapat informasi yang cukup bagus (dipercaya),” tambah Syafi’i menolak menyebut pihak yang menyodorkan Komjen Budi.

Baca Juga :  Masyarakat mulai menyangsikan kapabilitas Jokowi

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button