Home / Populer / Wali Kota Kupang kesal soal Retribusi Sampah, ini kata Dirut PDAM

Wali Kota Kupang kesal soal Retribusi Sampah, ini kata Dirut PDAM

Bagikan Halaman ini

Share Button
merdeka merdekaWali Kota Kupang Jonas Salean menyerahkan bantuan motor sampah kepada Kelurahan Merdeka.

 
MORAL-POLITIK.com– Himbauan Wali Kota Kupang Jonas Salean kepada masyarakat Kota Kupang untuk tidak membayar retribusi sampah kepada PDAM Kabupaten Kupang, karena pihak PDAM tidak menyetor uang hasil pengumpulan retribusi tidak sesuai dengan keinginan pemerintah Kota Kupang, sebesar Rp 600 juta dan pihak PDAM hanya menyetor Rp 40 juta saja, mendapat reaksi dari Direktur PDAM Kabupaten Kupang Johanes Oetemusu.

Kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (27/01/2015), Johanis mengatakan, apa yang dikatakan oleh Wali Kota memang benar soal penyetoran sebesar Rp 40 juta. Namun setoran sebanyak itu baru awal saja. Total dana retribusi sampah yang berhasil dihimpun oleh PDAM Kabupaten mencapai Rp 137 juta. Namun karena pihaknya masih merekap semua data pemasukan dari retribusi, penyetoran sisanya kepada pemerintah belum dilakukan.

“Saya menyesal atas apa yang disampaikan oleh Wali Kota Kupang. Beliau mungkin mendapat masukan yang salah dari stafnya yang keliru menyampaikan hasil retribusi sampah yang dikumpulkan oleh PDAM,” katanya.

Ketika disinggung soal target dari pemerintah Kota Kupang yang tidak terealisir sesuai jumlah pelanggan yang mencapai 30 ribu lebih, Johanes mengatakan, sistim pemungutan yang dilakukan seperti menjual karcis, jadi kalau pelanggan mau membayar retribusi sampah, pihaknya akan mengeluarkan karcis yang disediakan juga oleh pemerintah Kota Kupang. Ketika karcis retribusi itu tidak laku, ya kami kembalikan bersama uang retribusi yang dikumpulkan.

“Misalnya, kami dijatah karcis sebanyak 10. Kalau karcis lakunya cuma tiga. Kami meyetor cuma tiga karcis yang laku bersama 7 karcis sisanya. Kalau tidak laku masa kami yang harus nombok. Selama tiga tahun kepemimpinan Wali Kota Kupang Jonas Salean, kami tidak pernah mendapat fee penjualan sebesar 3 persen dari kesepakatan  soal penjualan karcis retribusi air, tapi kami tidak peduli. Kalau Wali Kota sudah menghimbau masyarakat untuk tidak membayar lagi retribusi sampah kepada kami, malah lebih baik. Kerjaan kami mulai berkurang,” tambahnya.

Baca Juga :  Ini gaya Ahok tuntaskan masalah Kartu Jakarta Pintar

Ketika disinggung lagi soal pernyataan Wali Kota yang meminta pihak Kejaksaan yang akan meniliti masalah pungutan sampah yang dinilai tidak sesuai, Oetemusu menyilahkannya.

“Silahkan saja dia melapor. Bila perlu jangan hanya Kejaksaan, sekalian saja di Mahkamah Internasional, dan saya menunggu. Sudah dibantu masih comel. Fee kami juga tidak dibayar. Atur pengangkutan sampah dengan benar maka warga akan membayar retribusi. Jangan kami yang disalahkan,” pungkas dia.

(nyongky)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button