Home / Populer / 10 Anggota Tim Pengacara menanti Samad di Bandara Makassar

10 Anggota Tim Pengacara menanti Samad di Bandara Makassar

Bagikan Halaman ini

Share Button
samadTim Pengacara Tunggu Kedatangan Samad di Bandara Makassar Ketua KPK nonaktif Abraham Samad. (CNN Indonesia/Safir Makki)

 

 

MORAL-POLITIK.COM- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Abraham Samad dijadwalkan bertolak ke Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa pagi (24/2). Samad yang akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Polda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) telah ditunggu sekitar 10 anggota tim pengacaranya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

“Kami sedang menunggu di bandara saat ini. Ada sekitar 10 orang di sini. Rencana sebentar lagi Pak AS sampai,” kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar Abdul Aziz kepada CNN Indonesia, Selasa (24/2).

Aziz menyebutkan, Samad akan didampingi 15 anggota tim kuasa hukum dari Makassar dan dua pengacara dari Jakarta. Mereka akan memastikan bahwa proses hukum yang dijalankan penyidik Polda Sulselbar telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Melansir cnnindonesia.com, tim pengacara juga bakal mengawal hak-hak Samad sebagai tersangka dipenuhi penyidik. “Kalau soal materi pemeriksaan, kami serahkan kepada penyidik. Yang pasti terkait dengan sangkaan yaitu dugaan pemalsuan surat,” pungkas Aziz.

Samad dilaporkan dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen terkait kepemilikan Kartu Keluarga dan KTP atas nama Feriani Lim (27). Samad ditetapkan tersangka pada 17 Februari lalu karena diduga ikut membantu memalsukan dokumen dengan sangkaan Pasal 265 KUHP.

Pasal tersebut mengatur soal pemalsuan dokumen kependudukan dengan ancaman maksimal delapan tahun. Polda Sulselbar juga telah menetapakan Feriani Lim sebagai tersangka utama kasus itu.

Selain pemalsuan dokumen, Samad juga dilaporkan dalam kasus lainnya oleh Direktur Eksekutif KPK Watch Muhammad Yusuf Sahide Dalam laporan ke Bareskrim Polri pada 22 Januari, Samad dituduh melanggar Undang-undang KPK dengan melakukan pertemuan dengan petinggi partai politik pada masa pemilihan umum tahun lalu.

Baca Juga :  FORMMAK serukan pemecatan Brigpol Krisno Ratuloly

Samad juga dituduh akan membantu meringankan hukuman politisi PDIP Emir Moeis. Bareskrim Polri telah melakukan gelar perkara kasus yang ditudingkan ke Abraham Samad. Gelar dilakukan, Kamis lalu (6/2), terkait tudingan melanggar Pasal 36 dan Pasal 65 UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK dengan ancaman lima tahun penjara.

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button