Home / Populer / “Ada Proyek “Baingao” di DPRD Kota Kupang?”

“Ada Proyek “Baingao” di DPRD Kota Kupang?”

Bagikan Halaman ini

Share Button
alSekwan DPRD Kota Kupang Adrianus Lusi. (Foto: istimewa)

 

MORAL-POLITIK.com– Anggota Komisi I DPRD Kota Kupang, Maudy Dengah menilai proyek pengerjaan rehab atap gedung DPRD Kota Kupang senilai Rp 290 juta, dan pembuatan taman DPRD dengan nominal sebesar Rp 200 juta merupakan proyek asal-asalan atau proyek “Baingao”. Pasalnya proyek yang dikerjakan oleh CV. Coral dan CV. Dafal itu tanpa melalui gambar desain teknis, dan hanya menggunakan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) .

“Bagaimana pekerjaan teknis seperti membuat taman tidak ada gambar desain. Ini aneh. Saya melihat proyek taman dikerjakan asal-asalan saja,” kata Anggota Komisi I DPRD Kota Kupang, Maudy Dengah dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi I DPRD bersama Direktur CV. Coral dan CV. Dafal selaku kontraktor yang mengerjakan proyek itu. Dalam rapat itu hadir juga Asisten I, Yos Rerabeka, Sekwan, Adrianus Lusi, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dari dinas Pekerjaan Umum Kota Kupang, Yuyun.

Rapat itu sendiri dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I,  Zeyto Ratuarat, didampingi Wakil Komisi, Moses Mandala, dan Sekretaris Adrianus Talli, dan dihadiri oleh 5 Anggota Komisi I.

Maudy menjelaskan, pekerjaan seperti membuat taman, harus ada gambar desain, agar kontraktor bisa bekerja sesuai dengan desain yang ada. “Kalau tidak ada desain, ya hasilnya seperti yang kita lihat ini. Dana yang dikucurkan membanguna taman sebesar Rp.200 juta tapi apa hasilnya,” katanya.

Sementara Ketua Komisi I. Zeyto Ratuarat pada kesempatan yang sama mengatakan, sebuah pekerjaan yang dilakukan dengan nilai anggaran yang cukup besar, dan dikerjakan tanpa sebuah gambar maka sangat lucu. Ini merupakan kesalahan besar. Sedangkan proyek rehab atap gedung DPRD yang dikerjakan CV. Coral yang sudah di PHO, tapi atap gedung masih bocor dimana-mana membuat Anggota DPRD sangat kesal

Baca Juga :  Agung Laksono Dinilai Mengabaikan Usulan JK

“Karena dikerjakan asal-asalan Banyak orang  beranggapan bahwa proyek ini milik anggota DPR Kota. Padahal kami tidak pernah intervensi proyek-proyek itu,” tambahnya. “Saya sangat merasa lucu sebuah pekerjaan dengan jumlah anggaran yang cukup besar, seorang PPK tidak menyiapkan gambar guna diberikan kepada kontraktor untuk mengerjakan penataan taman tersebut,sehingga terkesan pekerjaan yang dilakukan kontraktor apa adanya.”

Sedangkan  Sekretaris Komisi I, Adrainus Talli mengatakan, anggaran yang diberikan dan diusulkan oleh Komisi A DPRD periode lalu untuk memperindah taman di kantor DPRD. Tapi faktanya jauh dari harapan. Alokasi anggaran yang cukup besar tapi sayangnya hasil pekerjaan tidak sesuai harapan.

“Tidak ada suatu perencanaan yang bagus dan koordinasi antara PPK dan Sekwan secara baik sehingga hasilnya seperti yang terjadi di lapangan. Kami tidak bisa mendesak kontraktor karena pekerjaan telah rampung dan masa pemeliharaanya telah habis juga,” katanya.

Sementara pada kesempatan itu, Direktur  CV. Dafal, Crisben Titi mengaku, pekerjaan yang dilakukan tanpa gambar. Dirinya hanya mendapat RAP, sehingga dirinya hanya mengerjakan sesuai perintah PPK. “Saya tidak diberikan gambar, hanya diberikan RAB dan gambaran teknis secara kasar dari PPK, sehingga saya melaksanakan sesuai yang diperintah PPK,” katanya.

Sedangkan PPK, Nugrahwati Heart mengatakan, pekerjaan tersebut tidak ada gambar, karena saat koordinasi dengan Sekwan ada sedikit perubahan pekerjaan dimana dibuat pemasangan sambungan pipa guna bak pancuran yang dibangun tersebut bisa diairi air melalui bak penampung yang dibangun di dalam taman tersebut.

(nyongky)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button