Home / Populer / Apakah peluang Budi Gunawan akan tamat kala Jokowi pulang?

Apakah peluang Budi Gunawan akan tamat kala Jokowi pulang?

Bagikan Halaman ini

Share Button
pulangPresiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Widodo menaiki pesawat kepresidenan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 12 Desember 2014. Presiden Korsel, Park Geun-hye, mengundang Jokowi ke Korea untuk menghadiri KTT Khusus ASEAN-Korea yang akan diselenggarakan di Busan.

MORAL-POLITIK.COM- Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi berharap Presiden Jokowi segera mengambil keputusan ihwal kisruh KPK-Polri. “Saya yakin Pak Presiden Jokowi punya cara atau keputusan yang baik untuk semuanya,” ujar Johan di kantornya, Senin, 9 Februari 2015. Dia yakin Jokowi akan menemukan cara untuk menyelesaikan polemik yang selama ini membuat tak kondusif.

Kisruh KPK-Polri bermula dari penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh Bareskrim pada 23 Januari 2015. Penangkapan Bambang itu sepuluh hari setelah KPK mengumumkan calon Kapolri tunggal pilihan Jokowi, Komisaris Jenderal Budi Gunawan, sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi.

Melansir tempo.co, setelah kasus Bambang, pimpinan lain juga satu per satu dilaporkan ke Bareskrim dengan kasus yang berbeda. Bahkan, Bareskrim Polri sudah mengeluarkan surat perintah penyidikan terhadap Ketua KPK Abraham Samad dan wakilnya, Adnan Pandu Praja. Meski satu per satu pimpinan KPK dipolisikan, Jokowi masih belum menyatakan sikap.

Harapan Johan itu boleh jadi terkabul. Presiden Joko Widodo sudah menyatakan akan memutuskan nasib calon Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan pekan ini. “Insya Allah pekan ini,” katanya seusai mendarat di Halim Perdanakusumah, Selasa, 10 Februari 2015.

Ditanya lebih lanjut mengenai opsi yang akan dipilih mengenai nasib Kapolri, Presiden enggan menjawab lebih lanjut. “Tunggu dan sabar, tunggu. Insya Allah pekan ini,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Badrodin Haiti mengatakan calon Kepala Polri Budi Gunawan belum akan mengundurkan diri menyusul munculnya imbauan Menteri Sekretaris Negara Pratikno agar dia segera mundur dari pencalonan.

Baca Juga :  Akan Ada Simposium Melawan PKI, Ini 5 Tujuannya !

“Pak Mensesneg (Pratikno) sudah mengimbau (Budi Gunawan) agar mengundurkan diri. Tapi, setelah kami komunikasikan, Pak Budi Gunawan masih akan menunggu proses praperadilannya,” kata Badrodin di Kantor Presiden, Rabu, 4 Februari 2015.

Sidang praperadilan Gunawan masih akan dilanjutkan pekan depan. Jika Presiden Jokwo ingin memutuskan pekan ini berarti tanpa menanti hasil peradilan.

Sebelumnya, anggota fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Junimart Girsang mengatakan penjaringan ulang calon Kepala Kepolisian tidak menghilangkan peluang pelantikan Budi Gunawan. Ia meminta Presiden Joko Widodo tetap melantiknya meski kemudian dinonaktifkan. “Hak dia harus dipenuhi dulu,” katanya, Sabtu, 7 Februari 2015.

Hanya kalangan aktivis antikorupsi ingin Jokowi membatalkan pencalonan Budi, lalu mencalonkan nama baru sebagai Kapolri.

Sinyal penggantian Budi Gunawan terlihat dari sikap Jokowi yang meminta Komisi Kepolisian Nasional menjaring ulang kandidat Kapolri. Setidaknya ada empat nama yang berpeluang dipilih. Mereka adalah Wakapolri, Komisaris Jenderal Badrodin Haiti, Kabaharkam, Komjen Putut Eko Bayuseno, dan Irwasum, Komjen Dwi Prijatno, dan Kabareskrim, Komjen Budi Waseso.

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button