limaMaria Ozawa (Miyabi). ©2012 Merdeka.com.

 

MORAL-POLITIK.com– Video porno asal Jepang membuat Muhammad Naufal Ridha merasa tertarik untuk menelusuri lebih dalam. Mahasiswa yang berkuliah di jurusan Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah mada ini membuat penelitian yang menyasar pada para penggemar JAV, atau Japan Adult Video di kampusnya.

Melansir merdeka.com, meski tabu bagi masyarakat, Naufal tetap yakin bahan skripsinya ini bisa memperoleh tanggapan positif. Ketertarikan ini bermula dari lomba pidato bahasa Jepang yang digelar kampusnya. Ceritanya tentang video porno Jepang ini mendapat tanggapan positif dari para juru, dia pun ingin menjadikan pidatonya itu menjadi skripsi bertajuk JAPAN ADULT VIDEO (STUDI KASUS 4 MAHASISWA UNIVERSITAS GADJAH MADA PENGGEMAR JAV).

“Yang begitu kan masih tabu, tadinya pidato itu soal JAV, tapi karena ada juri dari Jepang, saya nggak enak, akhirnya saya ubah jadi situs porno,” katanya pada merdeka.com, Rabu (4/2) sore.

Gagasan itu timbul di tengah gencarnya produk-produk Jepang di Tanah Air. Seperti film Doraemon dan Tsubasa yang digemari banyak orang Indonesia, yang seakan menghapus jarak antara Negeri Sakura itu dengan Indonesia.

Berikut kisah mahasiswa UGM yang bikin skripsi film porno Jepang yang telah dirangkum. (bersambung)

(erny)

Baca Juga :  Atut kembali diperiksa KPK dengan Status berbeda