Home / Populer / Beginilah nasib jadi Kondektur Cantik…

Beginilah nasib jadi Kondektur Cantik…

Bagikan Halaman ini

Share Button
iraKondektur perempuan asal Banyuwangi, Jawa Timur, Ira Sahisna Dewi saat menarik ongkos bus jurusan Trenggalek-Banyuwangi di Terminal Arjosari, Kota Malang, Minggu (1/2/2015).

 

MORAL-POLITIK.com- Pekerjaan kondektur bukan lagi pekerjaan yang khusus bagi kaum pria. Bahkan, pekerjaan di dalam bus itu justru menjadi pekerjaan harian perempuan bernama Ira Sahisna Dewi. Menariknya, wanita ini bisa selalu berpenampilan cantik dalam menjalankan pekerjaaan sebagai kondektur meski “dekat” dengan asap knalpot.

Penampilan kondektur cantik ini bisa ditemui di Terminal Arjosari, Malang. “Iya Mas, saya kernet (kondektur) bus ini,” ujar Ira sambil menunjuk bus warna hijau bertuliskan Sandy Putra, akhir pakan lalu.

Perempuan berusia 20 tahun itu menjelaskan, bus yang “dikawalnya” adalah bus jurusan Trenggalek-Banyuwangi yang singgah di Malang. “Berangkat tadi pagi dari Trenggalek pukul 8.30 nanti sampai di Banyuwangi pukul 23.00 WIB,” kata Ira.

Melansir kompas.com, esok paginya, Ira langsung menjalani lagi rute Banyuwangi-Trenggalek. Jaket jins warna coklat yang melapisi kaus hitam ketat yang dikenakan membuat penampilan Ira Sahisna Dewi terlihat kasual, tetapi tetap anggun.

Kecantikan masih terpancar dari diri perempuan berambut panjang itu. Jika memandang sekilas, banyak orang tentu tidak menduga jika dia adalah seorang kondektur bus antarkota.

Siang itu, Ira naik turun bus Sandy Putra yang sedang parkir untuk mengontrol jumlah penumpang yang naik dari Terminal Arjosari. Sesekali, dia hanya berdiri di depan kios di terminal terbesar Kota Malang itu.

Meski sebagai seorang kondektur, Ira tidak pernah meninggalkan kodratnya untuk selalu tampil cantik. Dia mengaku, tanpa perlu make up yang tebal, bulat wajahnya, rambut lurus sebahu yang diikat rapi, dan senyum yang selalu dikembangkan, sudah cukup membuatnya enak dipandang.

Baca Juga :  Menteri Hukum dan HAM ungkap Spektrum tugas instansinya

Digoda
Wanita cantik berada di lingkungan terminal. Tentu masalah yang pertama muncul adalah pandangan dan godaan dari lelaki jahil. Hal itu pula yang kerap dialami Ira. Tak cuma penghuni terminal, penumpang pun banyak yang menggodanya.

Namun, Ira mengaku sudah biasa menghadapi karakter penumpang yang iseng menggodanya di atas bus. “Yang goda-goda ya banyak, tapi dicuekin saja. Dicuekin bukan terus didiamkan begitu, tapi dijawab seperlunya saja,” aku Ira dengan melempar senyum.

Ira mengaku mengandalkan nuraninya sebagai perempuan saat menghadapi penumpang yang cerewet. “Baru kemarin, saya dapat penumpang yang marah-marah karena masalah harga tiket. Ya saya jelaskan pelan-pelan dan senjata utamanya ya saya tunjukkan tabel tarif, selesai,” ucap Ira.

Ira menuturkan, tidak ada resep khusus guna menjaga kebugaran dalam bekerja. Suasana hati yang senang membuatnya tidak mudah lelah bekerja selama 14 jam sehari sejak enam bulan terakhir.

Selain menjaga suasana hati agar tetap senang dalam bekerja, menjalani pekerjaan bersama sang suami sepanjang hari juga jadi salah satu “jamu” kuatnya. Mereka pun memanfaatkan waktu istirahat bersama sebaik-baiknya pada saat libur.

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button