Home / Populer / Budi Gunawan titip salam kepada Media melalui Pengacaranya

Budi Gunawan titip salam kepada Media melalui Pengacaranya

Bagikan Halaman ini

Share Button
pengacaraKuasa Hukum Komjen Pol Budi Gunawan, Razman Nasution, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (29/1/2015)

MORAL-POLITIK.COM- Kuasa hukum Komjen Budi Gunawan, Razman Nasution, mengaku baru menyambangi kediaman kliennya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (17/2/2015) petang. Menurut Razman, Budi terlihat mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana hitam dan bersiap meninggalkan rumahnya. Setelan busana Budi, katanya, hampir sama dengan yang dikenakan para menteri Kabinet Kerja saat diperkenalkan Presiden Joko Widodo.

Namun, Razman mengaku tak tahu ke mana tujuan Budi.

“Saya baru saja dari kediaman Pak BG (Budi Gunawan). Beliau baru mau keluar dari kediamannya. Saya tidak tahu ke mana pakai pakaian itu,” ujar Razman, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, Budi menitipkan pesan kepada media bahwa ia dalam keadaan sehat.

“Bilang ke rekan-rekan media ya, saya sehat,” ujar Razman menirukan pesan Budi.

Terkait kelanjutan pelantikan Budi, tambahnya, sebagai prajurit, Budi menyatakan menunggu keputusan Presiden Jokowi. Dengan putusan praperadilan yang menyatakan penetapan tersangka Budi oleh KPK tidak sah, Budi ingin merehabilitasi nama baiknya.

“Tapi, saya baca di running text bahwa KPK akan tetap melakukan proses penyidikan Pak BG. Kalau dilakukan, ini merusak tatanan hukum kita,” pungkas Razman.

Seperti diberitakan, hakim sidang praperadilan Sarpin Rizaldi mengabulkan gugatan pihak Budi atas KPK. Hakim memutuskan bahwa penetapan tersangka Budi tidak sah secara hukum. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan hakim Sarpin ialah jabatan Kepala Biro Pembinaan Karier (Karobinkar) bukan termasuk penyelanggara negara atau penegak hukum. Budi disangka pasal dalam UU Tindak Pidana Korupsi saat menjabat sebagai Karobinkar pada 2003 hingga 2006 silam.

Pertimbangan lainnya, penetapan Budi sebagai tersangka dinilai tidak menimbulkan keresahan masyarakat. Hakim berpendapat, keresahan masyarakat muncul ketika Budi ditetapkan sebagai kepala Polri, kemudian baru ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga :  Tony Abbott : Tak ada batas waktu berburu MH370

Meski praperadilan sudah diputus, Presiden Joko Widodo belum juga menyampaikan keputusan akhir soal kelanjutan pelantikan Budi sebagai kepala Polri.

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button