Home / Traditional Dress / Dibayar Rp 4,5 Juta, Pria Kolombia ini bunuh 4 anak

Dibayar Rp 4,5 Juta, Pria Kolombia ini bunuh 4 anak

Bagikan Halaman ini

Share Button
bunuhKepolisian Kolombia menahan Cristopher Chavez Cuellar yang menjadi tersangka pembunuh bayaran yang membantai empat orang anak-anak sebagai akibat sebuah sengketa tanah berkepanjangan.

 

MORAL-POLITIK.COM- Seorang pria Kolombia yang dibayar 136 poundsterling atau sekitar Rp 2,7 juta tega membunuh empat bocah akibat sengketa tanah yang melibatkan orangtua para bocah malang itu.

Hanya satu dari lima anak Jairo Vanegas Grimaldo lolos dari pembunuhan brutal itu. Tragedi ini diduga berawal dari sengketa tanah yang melibatkan Grimaldo.

Melansir kompas.com, Deiner Alfredo (9), Laura Ximena (7), Juliana (3), dan Samuel (17) tewas dibantai sang pembunuh bayaran. Sementara itu, Pablo (12) lolos dari pembantaian setelah berhasil melarikan diri lewat jendela rumahnya.

“Dia menyuruh kami berbaring, dan saudara-saudara saya berlari, lalu naik ke tempat tidur karena menyangka situasi itu adalah permainan,” ujar Pablo kepada polisi.

“Lalu para pria itu menyuruh mereka tidak berbaring di tempat tidur, tetapi berbaring di lantai,” tambah Pablo.

Pablo menambahkan, dia sangat ketakutan, mencoba bersembunyi di kolong tempat tidur, dan sempat ditembak sebanyak dua kali. Beruntung, tembakan itu tak mengenai dirinya.

“Mereka lalu mengejar saudara-saudara saya, sementara saya memanjat jendela karena mereka menyangka saya sudah tewas,” kata Pablo.

Setelah berhasil meloloskan diri, Pablo melaporkan peristiwa itu kepada polisi sekaligus membantu aparat keamanan mencari dan menangkap para pembunuh bayaran itu.

Sengketa lama

Christopher Chavez Cuellar (42) dan Edison Vega Garcia (25) ditangkap dengan tuduhan mendapatkan bayaran untuk membunuh kedua orangtua Pablo setelah mereka menolak menjual tanahnya kepada seorang perempuan setempat.

Perempuan yang diduga menyewa para pembunuh itu, Luzmilla Artunduaga (35), ingin membangun sebuah bar dan lahan parkir di atas tanah milik Jairo Vanegas Grimaldo (39).

Baca Juga :  Bangga Jadi Anak Nusa Tenggara Timur

Perseteruan Luzmilla dan Grimaldo sudah berlangsung bertahun-tahun terkait sengketa tanah itu. Setahun lalu, Luzmilla juga dituduh menyewa penjahat untuk membakar kediaman keluarga Grimaldo di luar kota Florencia, wilayah selatan Kolombia.

Namun, Grimaldo membangun kembali kediamannya. Walau demikian, ancaman terhadap keselamatan keluarganya terus terjadi, dan puncaknya adalah pembunuhan sadis ini.

Polisi mengatakan, kedua tersangka awalnya berencana membunuh Grimaldo dan istrinya. Namun, saat para pembunuh itu datang, Grimaldo dan istrinya tak berada di rumah sehingga mereka memutuskan untuk membunuh anak-anak Grimaldo.

Polisi juga menangkap seorang pria lainnya, yaitu Enderson Carillo Ordonez (47), karena diduga membantu kedua tersangka pembunuh. Seorang lagi, yaitu Jose Garcia Ramirez (26), juga ditahan karena menghubungkan kedua pembunuh dengan Luzmilla yang menyewa keduanya.

Menurut para penyidik, para tersangka pembunuh dijanjikan uang sekitar Rp 4,5 juta. Para pembunuh baru menerima separuh pembayaran, dan sisanya dibayarkan jika mereka sudah menyelesaikan pembayaran.

Jika para tersangka itu terbukti bersalah, maka mereka terancam hukuman penjara 30-50 tahun.

Menyusul kasus ini, Kepala Kepolisian Kolombia Jenderal Rodolfo Palomino menyerukan debat publik terkait pemberlakuan kembali hukuman mati, terutama untuk para pelaku kejahatan brutal terhadap anak-anak.

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button