Home / Populer / Din Syamsudin menilai telah terjadi Pembumihangusan KPK

Din Syamsudin menilai telah terjadi Pembumihangusan KPK

Bagikan Halaman ini

Share Button
dinGubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, di Kantor Pusat PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (21/2/2013). Joko Widodo menggandeng Muhammadiyah untuk mensosialisasikan program normalisasi sungai.

 

MORAL-POLITIK.com– Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin menyesali perkembangan konflik yang terjadi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian RI. Din menilai, saat ini telah terjadi gerakan pembumihangusan KPK.

“Persoalan ini sungguh tidak sehat. Diawali dengan pelembagaan persoalan, dari persoalan pribadi menjadi persoalan lembaga, dan kini berkembang menjadi pembumihangusan KPK,” kata Din sesuai menjadi pembicara kunci dalam seminar menyambut Kongres Ke-6 Umat Islam Indonesia (KUII) di Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (4/2/2015).

Melansir kompas.com, Din mengatakan, pimpinan kedua lembaga yang tengah berselisih hendaknya saling menahan diri dan tidak mengedepankan ego masing-masing. Din juga melihat kentalnya aroma balas dendam dalam persoalan tersebut.

“Ini kan aneh, untuk menjadi komisioner KPK, mereka telah melakukan proses panjang, mulai dari pansel, fit and proper test di DPR, dan juga masyarakat telah diberi kesempatan untuk menilai dan memberikan masukan tentang rekam jejak mereka. Dulu, mereka telah lolos dalam uji itu, kini tiba-tiba seperti jamur di musim hujan, beramai-ramai mereka melaporkan pimpinan KPK itu,” katanya.

Dia berharap, jika berbagai persoalan tersebut ingin diungkit beramai-ramai, hendaknya tidak tebang pilih.

“Bongkar semua itu persoalan para pejabat, pejabat permerintahan, pejabat KPK, maupun pejabat kepolisian,” tambahnya.

Ketua Umum PP Muhammadiayah tersebut juga mengusulkan agar Presiden Jokowi segera mengambil keputusan tegas untuk menyelesaikan kemelut tersebut. Selain mengedepankan pertimbangan hukum, Presiden diharapkan juga meletakkan penyelesaian tersebut pada kepentingan bangsa.

“Memang bukan keputusan mudah, namun dengan bertanya dan jujur kepada hati nuraninya sendiri, Presiden tentu akan menemukan keputusan terbaik bagi bangsa Indonesia,” pungkas Din Syamsudin.

Baca Juga :  Warga Aceh kecam oknum Polisi dan TNI yang diduga bakar warga

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button