Home / Populer / “Dipastikan Presiden Jokowi Tak Akan Lantik Budi Gunawan”

“Dipastikan Presiden Jokowi Tak Akan Lantik Budi Gunawan”

Bagikan Halaman ini

Share Button
kompolnasKalemdikpol Komisaris Jenderal Budi Gunawan melaporkan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (26/7/2013).

MORAL-POLITIK.com– Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengakui, Presiden Joko Widodo menyebut tidak akan melantik Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai kepala Polri. Pernyataan itu disampaikan Jokowi kepada Kompolnas sepekan lalu.

“Beliau konsisten dan komitmen ya, tidak akan melantik Komjen Budi Gunawan,” kata Komisioner Kompolnas Adrianus Meliala ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (4/2/2015).

Melansir kompas.com, Adrianus kemudian menceritakan, kepastian itu didapat setelah Kompolnas bertemu dengan Kepala Negara pada pekan lalu. “Minggu lalu ya disampaikannya.”

Lantaran Budi Gunawan batal dilantik, Kompolnas pun menyiapkan sejumlah nama pengganti. Nama-nama yang diajukan berasal dari kalangan jenderal bintang tiga.

Kompolnas merupakan lembaga yang memiliki hak untuk mengajukan nama calon kepala Polri kepada Presiden. Hak itu diatur dalam Pasal 38 ayat 1(b) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri yang berbunyi, “memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam pengangkatan dan pemberhentian Kapolri.”

Tim Independen

Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Independen atau Tim 9 untuk konflik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)-Kepolisian RI, Jimly Asshiddiqie, mengaku menerima pesan singkat dari Ketua Tim Independen, Syafii Maarif, pada Selasa (3/2/2015) kemarin.

Dalam pesan tersebut, kata dia, Syafii menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah menghubunginya dan mengatakan akan membatalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai kepala Polri.

Pesan yang sama juga sempat beredar pada petang kemarin. “Barusan Presiden telp saya: BG tdk akan dilantik, cari wkt yg tepat,” demikian isi pesan Syafii. (Baca: Jimly: Jokowi Hubungi Syafii Maarif, Budi Gunawan Tak Akan Dilantik)

Jimly membenarkan bahwa ia juga menerima pesan tersebut dari Syafii. “Itu benar. Secara substansi, tidak ada yang baru, hanya komunikasi politik,” pungkas Jimly saat dihubungi pada Rabu pagi ini.

Baca Juga :  Kemelut di Yerusalem, PBB didesak segera bersidang

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button