Home / Populer / DPR ingati Jokowi: Jangan Sampai Nawa Cita Jadi Duka Cita…

DPR ingati Jokowi: Jangan Sampai Nawa Cita Jadi Duka Cita…

Bagikan Halaman ini

Share Button
jokowiCalon Presiden nomor urut dua Joko Widodo orasi dalam Konser Dua Jari untuk Kemenangan Jokowi-JK di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (5/7/2014).

 

MORAL-POLITIK.COM– Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengingatkan Presiden Joko Widodo harus segera menyelesaikan polemik pergantian kepala Polri. Menurut Taufik, ada banyak tugas dan janji yang harus segera direalisasikan oleh Jokowi beserta seluruh menterinya.

Taufik berpendapat, setelah dilantik menjadi Presiden RI, ia melihat Jokowi lebih banyak disibukkan berbagai urusan politik. Energi presiden, kata Taufik, makin tersedot ketika pergantian Kapolri menjadi polemik di tengah masyarakat.

“Jokowi lebih disibukkan dengan isu politik,” kata Taufik, Sabtu (7/2/2015), di Jakarta Pusat.

Melansir kompas.com, padahal, ucap Taufik, DPR dan masyarakat tengah menunggu bukti nyata Presiden Jokowi dalam merealisasikan janji politiknya. Taufik menganggap masalah penting lainnya, seperti pengentasan kemiskinan dan pengangguran menjadi terbengkalai akibat terlalu banyaknya energi yang dialirkan pada polemik pergantian Kapolri.

“Kami DPR pasti mendukung program pemerintah, dukung Nawa Cita. Para menteri juga harus perkuat posisi Presiden, jangan sampai Nawa Cita menjadi duka cita,” pungkas politisi PAN itu.

Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla merancang sembilan agenda prioritas saat kampanye Pilpres 2014. Sembilan program itu disebut Nawa Cita.

Program ini digagas untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Presiden baru akan mengambil keputusan terkait polemik pergantian Kapolri pada pekan depan. Menurut Jokowi, masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan sebelum dirinya mengambil keputusan final, apakah melantik atau tidak Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Jumat pekan depan, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan membacakan putusan gugatan praperadilan yang diajukan Budi. Ia mempermasalahkan penetapan tersangkanya oleh KPK. Sidang akan dimulai Senin pekan depan.

Baca Juga :  Rizal Ramli: Ahok Itu Gubernur DKI atau Karyawan Pengembang?

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button