Home / Populer / Ini Alasan Kabareskrim Turuti Permintaan Bambang Widjojanto

Ini Alasan Kabareskrim Turuti Permintaan Bambang Widjojanto

Bagikan Halaman ini

Share Button
restuiWakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto didampingi kuasa hukumnya usai diperiksa oleh penyidik Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (3/2/2015). Bambang adalah tersangka kasus dugaan menyuruh saksi memberikan keterangan palsu dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa pilkada di Kotawaringin Barat pada 2010 silam.

MORAL-POLITIK.COM- Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso tidak mempersoalkan ketidakhadiran Bambang Widjojanto dalam panggilan pemeriksaan, Selasa (24/2/2015). Dia akan menuruti permintaan Bambang untuk menjawab surat yang dilayangkan.

“Saya tidak menganggap (menolak diperiksa). Ya, kita akan jawab dululah secara tertulis, apa yang menjadi pertanyaan beliau,” ujar Budi di kompleks Bareskrim Mabes Polri, Rabu (25/2/2015).

Melansir kompas.com, Budi mengatakan, pihaknya tengah menunggu hasil penyelidikan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) apakah proses penyelidikan, penyidikan, hingga proses penangkapan Bambang Widjojanto sesuai dengan hukum berlaku atau tidak. Setelah itu, dia baru akan memberikan surat balasan ke Bambang.

“Nanti (isi surat balasan itu) biar Propam yang menilai bagaimananya,” katanya lebih lanjut.

Budi tidak dapat memastikan kapan surat itu selesai dan dikirimkan ke pihak Bambang. Namun, surat panggilan ketiga untuk diperiksa pada Jumat (27/2/2015) telah dikirimkan ke kediaman Bambang.

Bambang menolak untuk diperiksa karena beberapa alasan. Bambang menuangkan alasannya di dalam surat yang diserahkan kepada Wakil Kepala Polri Komjen Badrodin Haiti dan Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Tipid Eksus) Brigjen (Pol) Kamil Razak.

Pertama, Bambang mempermasalahkan belum diterimanya berita acara pemeriksaan (BAP) dari penyidik. Poin kedua, Bambang memprotes mengapa pasal sangkaan terhadap dirinya bertambah.

Poin ketiga, Bambang memprotes penulisan statusnya di dalam surat panggilan pertama hingga ketiga. Penyidik menulis Bambang sebagai mantan Wakil KPK. Padahal, statusnya kini pimpinan nonaktif KPK.
Bambang tidak bakal memenuhi panggilan jika penyidik Bareskrim belum menjawab surat tersebut.

Baca Juga :  PAN masih usung Hatta Rajasa Capres

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button