Home / Populer / Ini alasannya Demonstran di KPK Boyong Sexy Dancer

Ini alasannya Demonstran di KPK Boyong Sexy Dancer

Bagikan Halaman ini

Share Button
kalahPara sexy dancer menari sambil menginjak-injak gambar wajah pimpinan KPK dan petinggi Polri di tengah unjuk rasa di depan Gedung KPK, Jumat (6/2). (CNN Indonesia/Gilang Fauzi)

 

MORAL-POLITIK.com– Dua kelompok massa dari kalangan buruh dan aliansi berunjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. Mereka saling teriak melayangkan tuntutan berbeda.

Ratusan massa dari kalangan buruh, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), menggelar aksi sebagai bentuk dukungan terhadap KPK. Sementara massa yang mengaku datang dari Aliansi Save Indonesia (ASI) menuntut penyelesaian kasus yang menimpa pimpinan KPK.

Melansir cnnindonesia.com, jumlah massa yang diboyong ASI lebih sedikit, hanya belasan orang. Mereka kalah jumlah dari massa buruh yang tiba lebih awal di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat siang (6/2).

Bentroknya pertemuan dua massa dengan tuntutan bertolak belakang itu membuat pihak keamanan membentuk pagar hidup untuk menjadi sekat pembatas dari dua kelompok massa. Ruas jalan di depan Gedung KPK ditutup, membuat pengguna lalu lintas menggunakan satu jalur yang biasanya khusus diperuntukkan bagi pengendara mobil.

Massa pun saling meneriakkan tuntutan. Namun peralatan audio yang dibawa kelompok buruh lebih lengkap dan menghasilkan suara yang menggelegar. Alhasil, teriakan massa ASI terdengar timbul-tenggelam, bahkan nyaris tidak terdengar.

Situasi pun sempat menegang. Perwakilan massa ASI memprotes pihak keamanan lantaran merasa didiskriminasi. Mereka meminta agar massa buruh tidak memutar lagu keras-keras. Tapi rupanya massa buruh terlalu kuat untuk diprotes. Mereka memutar lagunya lebih keras.

Merasa kehabisan akal, kelompok ASI akhirnya memboyong lima penari seksi untuk menarik perhatian awak media. Mengenakan celana jeans mini dan pakaian putih ketat, para sexy dancer itu meliuk-liukkan tubuhnya di tengah jalan.

Baca Juga :  Diduga Kantor Gubernur NTT dibakar untuk hilangkan barang bukti

Aksi mereka berhasil mengalihkan perhatian. Lima penari itu dikerubungi wartawan dan para peserta aksinya sendiri.

Lantas di tengah tarian mereka, seorang koordinator aksi menebar foto pimpinan KPK Abraham Samad, Bambang Widjojanto, dan petinggi Polri Budi Gunawan dan Budi Waseso.

Si penari diinstruksikan untuk melempar telor dan tomat busuk ke arah foto-foto tersebut. Mereka pun kembali menari sambil menginjak-injakkan kakinya di atas foto para pimpinan dua lembaga penegak hukum itu.
(erny)

Pencarian Terkait:

  • vidio dancer seksi

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button