Home / Populer / Ini Caranya Tim Pengacara Budi Gunawan “Gugat Kinerja KPK”

Ini Caranya Tim Pengacara Budi Gunawan “Gugat Kinerja KPK”

Bagikan Halaman ini

Share Button
minta penjelasanCalon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan memberikan keterangan kepada wartawan usai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2015). Sebelumnya Komjen Pol Budi Gunawan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi tekait dugaan rekening gendut Polri.

 
MORAL-POLITIK.com– Sejumlah pengacara Komisaris Jenderal Budi Gunawan mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (2/2/2015), untuk bertemu pimpinan KPK. Salah satu kuasa hukum Budi, Eggi Sudjana mengatakan, mereka ingin mempertanyakan kejelasan kasus kliennya kepada Ketua KPK Abraham Samad dan para wakilnya.

“Kami ingin menanyakan kejelasan tersangka ini apa yang ditersangkakan. Saya bisa duga, mudah-mudahan keliru, pimpinan tidak mau menerima kita,” ujar Eggi di gedung KPK, Jakarta, Senin.

Melansir kompas.com, Eggi mengatakan, pihaknya menganggap pimpinan KPK tidak menghargai hukum jika kedatangan mereka tidak diterima dengan baik. Ia menilai KPK tidak mampu membela diri atas status tersangka Budi dan praperadilan yang diajukan pihaknya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Kita lihat nanti apakah pimpinan KPK mau menerima kita atau tidak. kalau tidak mau menerima, berarti dia tidak mempunyai argumentasi untuk melawan yang dihadapi sekarang ini,” kata Eggi.

Menurut Eggi, pihaknya memiliki argumentasi yang kuat untuk mempertanyakan status hukum Budi.

Budi Gunawan dijadikan tersangka karena dianggap menyalahgunakan kewenangan saat masih masih menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karyawan di Mabes Polri. Ia menilai, jabatan Budi saat itu bukan sebagai penyelenggara negara.

“Dalam konteks ini, BG selaku direktur Karo Binkar, hanya pengembangan karier, dia bukan penegak hukum, penyelenggara negara. Yang bisa dilakukan oleh KPK adalah eselon satu. Itu sudah melampaui kewenangan KPK,” kata Eggi.

Baca Juga :  Prabowo sebut era Bang Yos lebih humanis sama bawahan dibanding Ahok

Sementara itu, kuasa hukum Budi lainnya, Razman Arif Nasution menyatakan bahwa kedatangan mereka sebagai wujud kecintaan pada KPK. Ia mengatakan, KPK semestinya tidak dijadikan kendaraan politik oleh sejumlah pihak yang memiliki kepentingan.

“Kami datang ke KPK bukan anti-pemberantasan korupsi, tapi kami cinta KPK. Tidak mengingikan KPK diperalat oknum-oknum tertentu untuk melaksanakan pemberantasan korupsi berkedok hukum, tapi untuk pribadi,” ujar Razman.

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button