Home / Populer / Ini rencana Jonas Salean soal Tempat Pemakaman Umum

Ini rencana Jonas Salean soal Tempat Pemakaman Umum

Bagikan Halaman ini

Share Button
jonWali Kota Kupang Jonas Salean (pakai kaca mata).

 

 

MORAL-POLITIK.COM- Pemerintah Kota Kupang berencana tidak lagi memungut biaya dari masyarakat ketika hendak membuat lubang pemakaman di tempat pemakaman umum milik pemerintah Kota Kupang. Kebijakan itu diambil untuk meminimalisir pemakaman di halaman rumah yang selama ini dilakukan warga Kota Kupang.

Kepada moral-politik.com di Kota Kupang, Jumat (27/2/2015) Wali Kota Kupang Jonas Salean mengatakan, selama ini warga enggan menguburkan keluarga dan sanak familinya di TPU karena biaya tempat pemakaman yang sangat mahal.

“Kalau sesuai perda, pemerintah hanya menetapkan tarif sebesar Rp 150 ribu untuk pajak lokasi di TPU. Namun ada pihak ketiga yang masuk dalam urusan pemakaman sehingga biaya pemakaman naik sampai Rp 5 juta. Akibat dari kemahalan biaya pemakaman, banyak warga yang memilih memakamkan keluarganya di halaman rumah,” katanya.

Calon Wali KOta Kupang periode berikutnya ini menuturkan, untuk menghindari biaya-biaya lain seperti penggalian lubang kubur, pemerintah berencena membeli eksavator untuk ditempatkan di TPU. Langkah itu diambil untuk meminimalisir pungutan-pungutan penggalian kubur yang dilakukan oleh warga di sekitar tempat pemakaman.

“Warga disekitar TPU biasanya melarang keluarga untuk menggali kubur. Kemudian mereka menawarkan jasa penggalian kubur dengan harga yang sangat tinggi. Kejadian ini sudah sering terjadi dan meresahkan masyarakat,” tambahnya.

Di lokasi TPU, katanya lagi, tidak boleh ada intervensi dari pihak luar. Camat dan lurah harus berperan aktif agar pihak luar yang biasa mencari keuntungan di lokasi TPU tidak seenaknya berkeliaran di lokasi TPU dan menyusahkan warga.

Pada kesempatan itu, mantan Sekot Kupang ini dengan tegas meminta kepada warga agar jangan lagi melakukan pemakaman di halaman rumah, sebab dengan melakukan pemakaman di halaman rumah menyebabkan nilai jual objek pajak (NJOP) akan turun, sebab tidak orang yang mau membeli tanah jika ada makam.

Baca Juga :  Isu seputar pemakzulan terhadap Donald Trump

“Jangankan untuk dijual, mau diadikan agunan di Bank saja tidak bisa. Ketika ajukan pinjaman di Bank lantas pihak bank datang survey, mereka tidak akan memproses pinjaman jika di lokasi yang dijadikana agunan ada pekuburan,” pungkas mantan Staf Ahli Gubernur NTT ini.

(nyongky)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button