Home / Populer / “Inilah Jurus Baru PDI-P Serang Abraham Samad”

“Inilah Jurus Baru PDI-P Serang Abraham Samad”

Bagikan Halaman ini

Share Button
anggotaPolitikus PDIP Arteri Dahlan menunjukkan foto Ketu KPK Abraham Samad dengan anak petinggi TNI.

 

MORAL-POLITIK.com– Anggota tim Advokasi Hukum dan HAM DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Arteria Dahlan, menunjukkan kepada media foto Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dengan anak seorang petinggi TNI.

Menurut Arteri, Abraham bertemu dengan anak petinggi TNI berinisial RNH itu dalam rangka membicarakan pencalonan diri Abraham sebagai wakil presiden pendamping Joko Widodo (Jokowi), sebelum Jokowi menggandeng Jusuf Kalla. Ia mengatakan bahwa pertemuan tersebut dihadiri petinggi PDI-P.

“Konteksnya apa pada saat ini, terkait dengan bakal calon wakil presiden yang diiusung Pak Jokowi. Satu minggu sebelum penetapan Pak JK sebagai cawapres,” kata Artheri dalam salah satu diskusi di Jakarta, Minggu (1/2/2015).

Melansir kompas.com, menurut Arteri, anak petinggi TNI berinisial RNH yang berfoto dengan Abraham tersebut bukan kader PDI-P. Namun, PDI-P melibatkan dia dalam pertemuan di sebuah rumah di kawasan Patal Senayan itu karena RNH dianggap paham soal operasi intelijen.

“Bukan orang PDI-P, bukan orang Abraham tapi dia katanya paham soal intelijen makanya diajak ngobrol soal pencalonan,” katanya.

Ia juga menilai jika Abraham bisa dipidanakan karena mengikuti pertemuan politik. Menurut Pasal 36 Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi, kata dia, seorang pegawai KPK dilarang bertemu atau mengadakan hubungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka atau pihak lain yang ada hubungan dengan perkara tindak pidana korupsi yang ditangani KPK dengan alasan apapun.

Artheri mengatakan bahwa dalam pertemuan itu Abraham sempat menyinggung kasus di KPK. “Dari Beliau katanya terlontar pernyataan Akan bantu PDI-P. Kalau enggak salah inti pernyataannya, saya kan dekat dengan PDI-P, PDI-P kan sudah dibantu, Emir Moeis kan sudah dibantu, hukumannya kan ringan,” tutur Arteri.

Baca Juga :  Masyarakat butuh pemimpin tegas seperti Prabowo Subianto

Ia juga mengakui jika PDI-P ketika itu mengiyakan ajakan prtemuan dengan Abraham karena melihat kewenangan Abraham sebagai Ketua KPK. “Karena kewenangan Pak Abraham sebagai Ketua KPK,” pungkas Arteri.

Mengenai pertemuan ini, ia mempersilakan Polri memproses laporannya sesuai aturan hukum. Pertemuan ini, menurut Arteri, sudah dilaporkan masyarakat kepada Polri.

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button