Home / Populer / Jokowi Bahas Kisruh KPK-Polri kala Bersua Megawati dan Elite KIH

Jokowi Bahas Kisruh KPK-Polri kala Bersua Megawati dan Elite KIH

Bagikan Halaman ini

Share Button
bersuaSekretaris Jenderal Partai Nasdem Patrice Rio Capella, Sekretaris Jenderal PKB Imam Nahrowi, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua DPP PDIP Puan Maharani, calon presiden Joko Widodo, dan Sekretaris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo (kiri ke kanan) saat acara deklarasi di Jakarta, Rabu (14/5/2014).

MORAL-POLITIK.com– Presiden Joko Widodo mengakui bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan sejumlah pimpinan partai dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/2/2015). Jokowi mengaku, pertemuan itu membahas kisruh KPK-Polri.

“Saya enggak perlu tutup-tutupi (pertemuan itu) bahas permasalahan ini, masalah Polri-KPK,” kata Jokowi, di Gedung Bidakara, Jakarta, Rabu (4/1/2015).

Jokowi tidak bersedia menyampaikan hasil pertemuan tersebut. Namun, ia berjanji akan segera menyelesaikan polemik pergantian kepala Polri pada pekan depan.

Melansir kompas.com, menurut Jokowi, saat ini masih ada beberapa hal yang harus ia selesaikan sebelum mengambil keputusan final, apakah melantik atau tidak Komjen Budi Gunawan sebagai kepala Polri.

“Minggu depan akan saya selesaikan semua,” ucap Jokowi.

Mengutip harian Kompas, selain Megawati, ikut hadir dalam pertemuan dengan Jokowi ialah Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Patrice Rio Capella, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Sutiyoso, serta Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan hasil Muktamar Surabaya M Romahurmuziy.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno sebelumnya mengungkapkan alasan lamanya Presiden dalam mengambil keputusan terkait kisruh antara KPK dan Polri. Menurut dia, persoalan tidak akan timbul apabila Budi Gunawan mundur sebagai calon kepala Polri.

“Tentu saja sangat indah kalau justru, misalnya Pak BG mundur. Itu kan selesai. Kalau tidak mundur, berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan,” kata Pratikno. (Baca: Mensesneg: Sangat Indah kalau Budi Gunawan Mundur sebagai Calon Kapolri)

Baca Juga :  Studi banding Ranperda Miras ke Bali

Budi Gunawan adalah calon tunggal kepala Polri yang diajukan Presiden kepada DPR. Meskipun ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK, DPR tetap menyetujui mantan ajudan Presiden kelima Megawati Soekarnoputri itu sebagai kepala Polri.

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button