Home / Populer / Kapolres dan Wakapolres Kupang Kota Mewarnai Arena CFD (1)

Kapolres dan Wakapolres Kupang Kota Mewarnai Arena CFD (1)

Bagikan Halaman ini

Share Button
P1050042Kapolres Kupang Kota AKBP Musni Arifin, SIK (kanan), Wakapolres Kompol Yulian Pardana, SIK (kiri).

 

MORAL-POLITIK.COM– Hari ini, Sabtu di bibir senja bulan Februari (28/2/2015), Kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikucuri hujan semenjak malam hari. Kendati demikian tak menyurutkan animo besar dari masyarakat ‘Kota Karang’ (sapaan lain untuk Kota Kupang) untuk mengisi acara-acara di arena “Car Free Day” (CFD) Kota Kupang yang boleh dibilang bergengsi sama dengan di Metropolitan Jakarta sana.

Tak mau kalah dengan masyarakat kebanyakan, Kapolres Kupang Kota AKBP Musni Arifin, SIK dan Wakapolres Kompol Yulian Pardana, SIK juga hadir untuk semakin mewarnai arena CFD. Bisa dibilang, kehadiran dua petinggi Kepolisian Kupang Kota ini memberikan berkat dan spirit tersendiri kepada anggota-anggota dan masyarakat Kota Kupang pada umumnya.

Bunyi alunan musik yang keluar dari sound system milik Polresta Kupang Kota sontak saja membakar semangat pengunjung CFD untuk sama-sama menyatu guna bergoyang ria, walau hujan rintik-rintik semakin menyata membasahi sekujur tubuh mereka.

Kapolres dan Wakapolres juga ikut menyatu dengan caranya tersendiri, sebab bagi Kepolisian Kota Kupang, hari ini bukan hari libur kerja, tapi hari kerja biasa seperti hari Senin sampai dengan hari Jumad.

Menyatanya fenomena ini, spontan menguakkan alur cerita yang telah mendunia terkait kisruh antara Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tampaknya masih terus berlanjut, tak tahu pasti kapan akan menepi, apalagi bagaimana dengan ending-nya.

Memang Polri itu satu, walau ada pembagian kewilayahan berdasarkan lokalitas daerah, mulai dari Indonesia, Provinsi, Kabupaten/Kota, hingga ke Kecamatan. Walau begitu, sebagaimana ungkapan pepatah ‘Lain padang lain belalangnya’ tak bisa ditepis begitu saja. Sebab Polres Kupang Kota punya cara tersendiri untuk mensikapi mencuatnya permasalahan di ranah masyarakat dan dalam hubungan antara instansi, terutama dengan Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Baca Juga :  Dirut Pertamina bongkar 2 Anggota DPR suka minta uang

Sinergitas antara lembaga adalah kunci utama kesuksesan pembangunan suatu daerah, oleh karenya jangan ada egosentris dengan maksud-maksud terselubung. Sebab, apapun alasannya, yang menjadi tumbal adalah masyarakat karena tak ada konsentrasi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) sesuai dengan regulasinya masing-masing. (bersambung)

 

Penulis: Vincentcius Jeskial Boekan (Novelis)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button