Home / Populer / Mengapa KPK Yakin Bisa Menangkan Praperadilan Budi Gunawan?

Mengapa KPK Yakin Bisa Menangkan Praperadilan Budi Gunawan?

Bagikan Halaman ini

Share Button
yakinKuasa hukum Komisi Pemberantasan Korupsi, Catharina Muliana Girsang.

MORAL-POLITIK.COM- Kuasa hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Catharina Mulia Girsang optimistis gugatan praperadilan yang diajukan Komjen Budi Gunawan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan ditolak. Dari sidang yang sudah berlangsung selama sepekan ini, Catharina melihat beberapa faktor yang membuat dia yakin KPK akan memenangkan perkara ini.

“Pertama, soal kolektif kolegial pimpinan KPK tak harus lima orang,” kata Catharina seusai sidang, Jumat (13/2/2015).

Melansir kompas.com, menurut dia, saksi yang dihadirkan KPK sudah cukup menguatkan bahwa penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka tak harus diputuskan oleh lima orang pimpinan. Sementara itu, argumentasi yang diajukan saksi Budi Gunawan tak cukup kuat.

“Kedua, soal penetapan tersangka yang tidak cukup bukti,” tambahnya.

Menurut Catharina, saksi fakta yang dihadirkan, yakni penyidik KPK Iguh Sipurba, sudah menjelaskan bahwa KPK memiliki bukti yang kuat. Sejumlah saksi ahli juga sudah menjelaskan bahwa bukti tersebut tidak bisa diungkapkan di praperadilan.

“Ketiga, mengenai tersangka yang merasa tidak pernah dipanggil sebelumnya,” ujar dia.

Catharina mengaku puas dengan penjelasan beberapa saksi ahli yang dihadirkan bahwa penetapan tersangka memang tak harus didahului dengan pemeriksaan kepada yang bersangkutan. “Terakhir, mengenai LHA (laporan hasil analisis) kekayaan yang kita gunakan itu berbeda dengan Polri,” katanya.

Ia mengatakan, LHA yang digunakan Polri untuk mengusut transaksi mencurigakan pejabat Polri ini adalah LHA dari PPATK tahun 2003. Adapun KPK menggunakan LHA tahun 2009. Terkait hal ini, KPK sudah menyediakan bukti tambahan.

“Kita menyerahkan satu rekaman video. RDP PPATK dengan Komisi III, yang menjelaskan kalau LHA berbeda,” pungkas dia.

Sidang putusan praperadilan rencananya akan digelar pada Senin (16/2/2015) mendatang. Sidang akan dimulai pukul 09.00 WIB. Putusan ini akan menentukan sah atau tidaknya penetapan Budi sebagai tersangka.

Baca Juga :  Agenda Pertemuan Bos Facebook dengan Jokowi

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button