Home / Populer / ‘Naga Atoin Meto’ semarakan Hari Raya Imlek di Kota Kupang

‘Naga Atoin Meto’ semarakan Hari Raya Imlek di Kota Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button
IMG-20150219-03263Inilah aksi ‘Naga Atoin Meto’ di Kota Kupang. (nyongky)

MORAL-POLITIK.COM- Memperingati Hari Raya Imlek (Tahun Baru Cina) yang ke 2566, Toko Nam Kupang menggelar pertunjukan Barongsay di dua tempat strategis di Kota kupang, yang dilaksanakan Kamis (19/02/2015) kemarin.

Pertunjukan pertama berlangsung di di depan Gereja Khatedral Kota Kupang, dan pertunjukan kedua berlangsung di Jalan Siliwangi, depan Toko Nam Kupang. Pertunjukan Barongsay itu langsung dilakukan oleh karyawan dan karyawati Toko Nam dengan menamai grup mereka, Naga Atoin Meto.

Pantauan moral-politik.com, dikedua tempat pertunjukan di depan Gereja Katedral dan Jalan Siliwangi, ribuan masyarakat Kota Kupang memadati pertunjukan Barongsay. Pertunjukan Barongsay itu berjalan atraktif dan mendapat aplaus dari ribuan pengunjung yang memadati tempat pertunjukan. Penonton begitu antusias menyaksikan pertunjukan dari awal hingga selesai meskipun panas menyengat. Pertunjukan itu dimulai sekitar Pukul 12.00 Wita. Yang menarik dari pertunjukan, semua pemain dalam pertunjukan Barongsay, merupakan orang-orang lokal asli NTT. Mereka membawakan pertunjukan seperti orang Cina Asli. Aksi mereka sungguh membuat para penonton terkagum-kagum.

Usai pertunjukan, pemilik Toko Nam, Leonard Antonius mengatakan, memperingati Imlek yang ke 2566, dirinya sengaja membuat pertunjukan Barongsay untuk menghibur warga Kota Kupang. Pertunjukan ini merupakan pertunjukan yang keempat dibuat oleh Toko Nam dalam empat tahun terakhir ini.

“Kami sengaja membuat pertunjukan ini untuk memperingati Imlek dan menghibur warga Kota Kupang, khususnya yang berada di wilayah Kelurahan Solor, Bonopoi, LLBK dan sekitarnya,” katanya.

Ia mengatakan, ketika empat tahun lalu melakukan pertunjukan Barongsay, apresiasi masyarakat begitu tinggi menyaksikan pertunjukan itu, sehingga dirinya merasa perlu membuat pertunjukan yang sama pada saat hari raya Imlek. Pertunjukan Barongsay, pungkas dia, merupakan budaya dari negeri asal nenek moyangnya yang perlu dilestarikan.

Baca Juga :  Dosen diperlakukan diskriminatif dan tak adil

(nyongky)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button