Home / Populer / Penertiban Kambing Warga TDM, ini respons Anggota DPRD Kota Kupang

Penertiban Kambing Warga TDM, ini respons Anggota DPRD Kota Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button
kambing                                                                                  Kambing-kambing yang berkeliaran bebas di jalan raya Kota Kupang.

MORAL-POLITIK.COM– Komisi I DPRD Kota Kupang memberikan komentar yang beragam soal penertiban ternak kambing milik warga Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) milik mantan Anggota DPRD Kota Kupang, Thobias Nulek sebanyak 15 ekor, oleh Sat Pol PP Kota Kupang, yang kemudian tersisa 6 ekor dan Thobias Nulek menuding telah membagi-bagikan kambing tersebut.

Sekretaris Komisi I, Adrianus dalam komentarnya sangat menyesalkan sikap dari Pol PP yang terkesan tebang pilih dalam penertiban ternak milik warga. Pol PP sepertinya hanya menertibkan kambing dari mantan anggota DPRD tersebut, padahal di lokasi yang sama banyak ternak kambing yang berkeliaran bebas tapi tidak ditertibkan. Contohnya ternak kambing milik Sekretaris Dinas PPO, Filmon Lulupoi yang berkeliaran bebas tapi oleh Pol PP tidak ditertibkan. Selain itu, kata Talli, kalau Pol PP mau melakukan operasi keliling saja di Kota Kupang, masih banyak sekali ternak yang berkeliarann bebas, tapi kenapa hanya ternak milik mantan Anggota DPRD tersebut yang tertibkan?

“Ini sudah kali kesekian saya mendengar ternak mantan anggota Komisi I itu ditertibkan. Saya mendukung perda untuk penertiban ternak. Tapi penertiban harus merata. Kambing milik Pak Tobi berada dalam areal kosong yang dikat dan digembalakan, tetapi kenapa ditangkap? Sedangkan kambing milik orang lain yang berkeliaran bebas di jalan malah tidak ditangkap. Pol PP harus adil agar masyarakat tidak kecewa,” katanya.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh anggota Komisi I, Robi Kent dan Padron Paulus. Keduanya juga mendukung adanya penertiban tapi harus merata dan tidak pilih kasih. Sedangkan untuk kambing yang hilang sesuai pengakuan warga, keduanya meminta agar pihak Pol PP harus mengganti ternak yang hilang tersebut.

Baca Juga :  Gerindra belum memastikan JK mendampingi Prabowo

Tanggapan berbeda justru disampaikan Anggota Komisi I, Desidirius Patty Wua dan Maudy Dengah. Keduanya mengaku setuju dengan langkah yang diambil oleh Pol PP. Pada umumnya mereka sangat setuju kalau ternak itu disita dan jangan dikembalikan agar ada efek jera bagi masyarakat. Apalagi bagi warga yang ternaknya sudah ditangkap berulang-ulang kali, mesti membuat pernyataan di Kantor Pol PP untuk tidak lagi melakukan hal serupa.

“Kalau saya lebih ekstrem lagi. Apabila ada ternak kambing yang ditangkap, sebaiknya dibantai saja. Kambing merupakan hewan yang kalau dibiarkan bebas berkeliaran akan memakan apa saja termasuk tanaman hias milik warga. Saya setuju dengan penertiban itu,” pungkas dia.

(nyongky)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button