Home / Populer / Pengacara Samad heran dengan kostruksi hukum yang dibangun Polri

Pengacara Samad heran dengan kostruksi hukum yang dibangun Polri

Bagikan Halaman ini

Share Button
herNursyahbani Katjasungkana. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko.

 

MORAL-POLITIK.COM- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad, akhirnya ditetapkan oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat sebagai tersangka turut serta dugaan pemalsuan dokumen Kartu Keluarga dan paspor Feriyani Lim. Hal itu dilakukan sehari setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memenangkan gugatan diajukan oleh Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan melawan KPK.

Polda Sulselbar menyatakan sudah meminta pencegahan Samad bepergian ke luar negeri kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Mereka juga melayangkan surat panggilan kepada Samad buat diperiksa pada Jumat pekan ini.

Salah satu kuasa hukum Samad, Nursyahbani Katjasungkana, mempertanyakan konstruksi hukum dibangun polisi buat menjerat kliennya. Sebab dia mencium kasus ini sengaja dibuat-buat.

“Ya gini ya, kalian itu bisa toh menemukan jutaan orang memalsukan KTP dan KK, tapi kenapa enggak diperiksa oleh polisi?” kata Nursyahbani kepada para pewarta selepas menemui Samad di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (17/2).

Nursyahbani menilai perkara yang disangkakan kepada kliennya cuma masalah sepele dan tidak berimbas kepada orang lain. Dia merasa perkara seperti ini sudah sering terjadi.

“Ini hanya menyangkut tindak pidana administrasi. Karena ini masalah kecil. Tuduhannya terkait dengan pemalsuan surat tindak pidana administrasi kependudukan dan berdasarkan Undang-Undang Kependudukan Nomor 23 tahun 2006 yang sudah diperbarui dengan Undang-Undang Nomor 24 tahun 2013,” pungkas Nursyahbani.

(erny)

Baca Juga :  Inilah alasan Agus selalu hadir saat Zaskia & Hanung bertikai

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button