Home / Populer / Penolakan Jonas Salean direspons Ketua Baleg DPRD Kota Kupang

Penolakan Jonas Salean direspons Ketua Baleg DPRD Kota Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button
gedung-dewan-kotaIlustrasi Kantor DPRD Kota Kupang.

 

MORAL-POLITIK.COM- Terhadap penolakan Pemerintah Kota Kupang soal Ranperda Penyelenggaraan Pendidikan untuk Pemberian Honor kepada Guru-guri Keagamaan, Ketua Badan Legislasi DPRD Kota Kupang Djainudin Lonek mengatakan, pendapat itu dikemukakan Wali Kota karena belum membaca keseluruhan Ranperda yang disajikan.

Kepada moral-politik.com, Rabu (25/02), Lonek mengatakan, dalam pertemuan Badan Legislasi dengan Komisi IV dan mitra, sudah dilakukan sejumlah perbaikan. Salah satunya adalah nomenklatur Ranperda yang awalnya Pemberian Insentif Terhadap Guru Informal Keagamaan dan Paud, diubah menjadi Ranperda tentang Pemberian Insentif bagi Guru Nonformal.

Menurutnya, dengan usulan Ranperda tersebut dapat mengatur tentang pemberian insentif kepada guru sekolah minggu dan guru ngaji. Pemberian insentif tersebut sebenarnya tak diharapkan oleh para guru sekolah minggu dan guru ngaji. Tetapi, hanya sebagai reward bagi mereka.

“Pemberian insentif juga tidak dilakukan setiap bulan, tetapi disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Kita tidak mungkin mengatur seluruhnya karena di setiap lingkungan begitu banyak,” katanya.

Karena itu, tambahnya, diatur pula mekanisme perolehan dananya melalui CSR dua persen perusahaan. Dana itu diserahkan perusahaan kepada pemerintah untuk mengatur pendistribusian kepada guru sekolah minggu dan guru ngaji dalam bentuk reward.

(nyongky)

Baca Juga :  Yosep Tote : Saya tidak ingin berpolemik, yang susah masyarakat

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button