Home / Populer / Pol PP Kota Kupang Bagi-bagi Ternak Penertiban, Warga TDM Kesal

Pol PP Kota Kupang Bagi-bagi Ternak Penertiban, Warga TDM Kesal

Bagikan Halaman ini

Share Button
medah zeto    Wakil Ketua DPRD Kota Kupang Martinus Medah (kanan), Zeyto Ratuarat (kiri).

MORAL-POLITIK.com– Thobias Nulek, warga RT 26, RW 07, Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) mengaku kesal dengan Sat Pol PP Kota Kupang. Kekesalan Thobias disebabkan ternak kambing miliknya sebanyak 15 ekor yang ditertibkan oleh pihak Pol PP Kota pada Senin (02/02/2015) lalu telah berkurang sebanyak 9 ekor.

“Tadi pagi saya menyuruh anak saya untuk mengecek hewan ternak kami yang ditertibkan oleh pihak Pol PP. Anehnya ketika anak saya melakukan pengecekan, hewan ternak milik kami hanya tinggal 6 ekor. Ketika anak saya menanyakan kepada pihak Pol PP mereka mengaku tidak tahu. Anak saya sempat mendapat informasi bahwa kambing sebanyak 9 ekor telah dibagi-bagikan kepada Staf Pol PP atas rekomendasi salah satu Kepala Seksi di Sat Pol PP,” kata Thobias kepada moral-politik.com di kediamannya, Kamis (05/02/2015).

Ia mengaku sebagai masyarakat dan mantan Anggota DPRD, dirinya sangat mengerti tentang Perda. Hewan ternaknya tidak dilepas berkeliaran di pemukiman warga. Tetapi ternaknya dipelihara dalam lahan kosong yang belum dimanfaatkan pemiliknya. Ia merasa heran dengan sikap Pol PP yang begitu arogan mengambil ternaknya, padahal tidak ada komplain dari masyarakat sekitar ataupun pemilik lahan tempat kambing dilepas untuk mencari makan.

“Sebagai masyarakat saya taat Perda. Tapi Perda harus dijalankan benar dan adil. Masih hewan ternak yang berkeliaran ditempat lain yang mendapat komplain dari tetangga mereka, tapi Pol PP diam saja. Kenapa yang mereka tertipkan cuma hewan ternak saya yang ditempatkan pada lahan kosong dan bukan milik pemerintah,” kata mantan Anggota Komisi A DPRD Kota Kupang periode 2009-2014.

Atas sikap Pol PP terhadap, dirinya perlu meminta Wali Kota Kupang untuk mengganti Kasat Pol PP karena mempunyai kinerja yang sangat buruk. Ditambah lagi, kalau ternak miliknya dibagi-bagi, itu merupakan sebuah perbuatan yang tidak terpuji dari aparatur pemerintah.

Baca Juga :  KPK Mangkir dengan Timwas Century, Untung Ada Waria yang Datang

“Mereka seharus menjadi contoh. Masak ternak kami yang ditertibkan mereka bagi-bagi. Ini sebuah tindakan arogan dan tidak terpuji. Wali Kota sebaiknya melakukan evaluasi kepada Kasat Pol PP dan aparat Pol PP lainnya,” katanya.

Sementara itu, wakil Ketua DPRD Kota Kupang Marthinus Medah yang dimintai komentarnya soal masalah penertiban kambing oleh Pol PP yang kemudian dibagi-bagi kepada anggota Pol PP mengatakan, apabila benar apa yang telah dilakukan Pol PP dengan membagi-bagi ternak milik warga yang ditertibkan, merupakan suatu kesalahan besar. Sebagai aparat penegak hukum dalam birokrasi, mereka tidak boleh seenak saja berbuat seperti itu.

“Kalau memang benar ternak dibagi-bagikan kepada aparat pol pp maka mereka harus mengembalikan ternak milik warga. Tugas mereka menertipkan perda bukan membagi-bagi hasil penertiban. Untuk unsur penegak hukum, mereka telah memberikan contoh yang buruk,” pungkas dia.

(nyongky)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button