Home / Populer / Polda Sulselbar Siapkan Panggilan Kedua kepada Abraham Samad

Polda Sulselbar Siapkan Panggilan Kedua kepada Abraham Samad

Bagikan Halaman ini

Share Button
mad            Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad (kiri) dan Direktur Pencegahan KPK Johan Budi. (CNN Indonesia/Safir Makki)

MORAL-POLITIK.COM- Polda Sulawesi Selatan dan Barat tidak merasa ada yang salah dengan surat pemanggilan terhadap Abraham Samad untuk diperiksa sebagai tersangka. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar Komisaris Besar Endi Sutendi, Rabu (18/2), surat panggilan yang dilayangkan kemarin sudah sesuai dengan prosedur standar atau SOP yang ada.

Karena itu Endi mengatakan tidak perlu ada yang diperbaiki dari surat tersebut karena sudah sesuai dengan SOP yang ada di Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Sulselbar.

Penyidik menurutnya tidak mempermasalahkan jika Jumat besok Samad enggan hadir untuk diperiksa di Makassar dengan alasan surat panggilan yang tidak jelas itu. “Kalau tidak datang akan dilakukan panggilan kedua,” kata Endi kepada CNN Indonesia.

Melansir cnnindonesia.com, panggilan kedua tersebut akan dilakukan secepatnya. Menurutnya, jika Samad Jumat tidak datang, panggilan bisa dilayangkan hari Sabtu atau Minggu untuk datang diperiksa pada hari Senin pekan depan.

Soal kemungkinan pemeriksaan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut di Jakarta, Endi menyatakan penyidik belum punya rencana pemeriksaan selain di Makassar. “Kami tunggu hari Jumat ini apakah Abraham Samad akan datang atau hanya pengacaranya saja,” katanya.

Sebelumnya kuasa hukum Abraham Samad Nursjahbani Katjasungkana mengatakan kliennya tidak akan memenuhi panggilan penyidik Polda Sulselbar pada hari Jumat ini.

Alasannya, surat panggilan untuk Samad tidak jelas. Selain tidak mencantumkan data-data yang menjadi dasar tuduhan. Selain tidak menyebutkan tempus delicti atau waktu terjadinya tindak pidana, dalam pasal sangkaan tertulis kata ‘atau’.

“Di sini menggunakan kata ‘atau’, padahal kata ‘atau’ tidak boleh digunakan. Jadi ini tidak jelas,” kata Nur.

Baca Juga :  Demokrat pasang badan pengaruhi KPK terkait Ibas?

Nur juga berharap penyidik tidak memeriksa Samad di Makassar karena kasus yang menimpa Samad bukan kasus serius sehingga tidak perlu memperumit persoalan.

Samad ditetapkan sebagai tersangka kasus pemalsuan dokumen. Ia diduga memalsukan KTP dan KK untuk kepentingan pembuatan paspor Feriyani Salim. Wanita ini juga sudah jadi tersangka untuk kasus yang sama yang ditangani Polda Sulselbar.

(vjb)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button