Home / Gosip / Polres Kupang Kota bikin kejutan, inilah Sejarah ‘Valentine Day’

Polres Kupang Kota bikin kejutan, inilah Sejarah ‘Valentine Day’

Bagikan Halaman ini

Share Button

P1040821

 

 

MORAL-POLITIK.COM- Tak dinyana-nyana, hari ini, Sabtu (14/2/2015) di arena Car Free Day (CFD) Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), negara Indonesia,ketika mulai memasuki bibir acara, datanglah sekelompok pemuda tinggi tegak dan wanita tinggi semampai yang cantik dan sexi.

Sembari mengumbar senyum memesona, mereka membagi-bagikan kembang, balon, dan sehelai kartu lalu berucap Happy Valentine Day. Tiga Nona Kupang yang tak kalah memesonanya menerima dan mengajak foto bersama. Suasana yang sebelumnya kaku antara aparat dengan masyarakat; terutama carut marutnya iklim perpolitikan antara KPK-Polri, sontak mengencer.

“Mana coklatnya?” kata seorang Nona Kupang dengan gaya guyonannya.

Pak Polisi dan teman-teman Polwannya hanya mengumbar senyum tak kalah memesonanya.

Lalu, pertanyaannya, mengapa Valentine Day (VD) bisa mengencerkan kekentalan carut marutnya perpolitikan di Tanah Air Bumi Pertiwi ini?

P1040823Semuanya berasal muasal dari yang bernama sejarah. Sebagaimana dialkisahkan sidomi.com, VD yang dirayakan pada 14 Februari memiliki latar belakang muram, mulai dari ritual Lupercalia yang berupa cambukan terhadap para wanita hingga berbagai kisah tentang Santo Valentinus yang pilu. Di balik perayaan VD, Hari Kasih Sayang tersebut, tidak semanis coklat atau seindah bunga yang identik dengannya.

Ada banyak versi sejarah atau kisah yang dihubung-hubungkan dengan hari Valentine. Misalnya, seringkali VD ini dikaitkan dengan Lupercalia, ritual tahunan setiap 15 Februari di zaman Romawi Kuno untuk Lupercus, dewa kesuburan. Dalam praktiknya, para pendeta mempersembahkan korban kambing dan anjing untuk Lupercus.

Para lelaki muda lantas berhamburan di jalanan kota Roma membawa cambuk yang terbuat dari kulit kambing tadi, tanpa busana. Para wanita muda, yang yakin bahwa kulit kambing tersebut mujarab untuk kesuburan, akan maju sukarela untuk menyambut cambukan mereka. Wanita yang hamil berharap bisa melahirkan tanpa sakit, sedangkan yang mandul berharap bisa memiliki keturunan.

Baca Juga :  Pengakuan Asmirandah soal Keputusannya Pindah Agama...

Cerita lain tentang VD, muncul pada abad III di era Kaisar Claudius. Dia memiliki kebijakan bahwa pemuda dilarang menikah. Ide ini muncul karena sang kaisar Romawi tersebut yakin, pria yang menikah tidak akan bisa menjadi prajurit yang baik. Di sinilah muncul pendeta Valentinus yang melanggar peraturan Claudius II, ia menikahkan beberapa pasangan muda. Akibat tindakan ini, Valentinus harus menjalani hukuman penggal yang dilakukan pada 14 Februari.

P1040828Ini bukan satu-satunya kisah Santo Valentinus di masa Claudius II. Versi lain menuturkan bahwa sang pendeta diajak berbicara empat mata oleh kaisar Romawi tersebut, yang berniat membawanya murtad dari ajaran Kristiani. Namun, Valentinus menolak. Dia dipenjara dan menanti eksekusi.

Pada masa-masa dipenjara tersebut, Valentinus mampu menyembuhkan mata Julia, putri Asterius, tokoh yang memenjarakannya. Akibat mukjizat ini, Julia dan 40 tahanan mengaku beriman kepada Yesus. Senja sebelum Valentinus dieksekusi, dia memberikan selembar kertas berisi ucapan “Valentine-Mu” kepada Julia.

Kisah lain, menghubungkan perayaan Valentine pada 14 Februari dengan hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini muncul pada abad 14 di Inggris dan direkam dalam Parlement of Foules karya Geoffrey Chaucer.

P1040830Dari sekian kisah yang dihubungkan dengan VD, siapa sangka hari yang menjadi ajang mengungkapkan kasih sayang antara dua insan yang dimabuk asmara, memiliki sejarah yang jauh berbeda dari perayaannya saat ini?

Itulah tuturan sejarah sesungguhnya. Dan pada hari ini jadi semakin menyata ungkapan-ungkapan siapa nyana tersebut, dimana Om-om Polisi dan Tanta-tanta Polwan menyambangi Nyong-nyong dan Nona-nona Kota Kupang di arena CFD sembari memberikan simbol merayakan VD, berjabatan tangan lalu foto “bareng”?

Tumpah ruahlah kasih sayang diantara anak manusia di Kota Kupang atau Kota Kasih dan Kota Karang ini.

Baca Juga :  Menelisik 7Keajaiban Dunia dan Infrastruktur Pariwisata

 

By vincentcius jeskial boekan (novelis)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button