Home / Populer / PT. Bumi Flores Indah bakal pindah ke Ende jika terus ditolak…!

PT. Bumi Flores Indah bakal pindah ke Ende jika terus ditolak…!

Bagikan Halaman ini

Share Button
kapal-feber-.Kapal yang dibuat oleh PT Bumi Flores Indah. (Foto: seputar-ntt.com)

MORAL-POLITIK.COM- Direktur PT Bumi Flores Indah Haji Ismail Dean, sekaligus pemilik pabrik galangan kapal fiberglas di Kelurahan Kelapa Lima, mengaku tidak mau berpolemik dengan warga sekitar pabrik galangan kapal miliknya, di Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Karena keberadaan perusahannya mengantongi ijin dari pemerintah.

“Sebenarnya saya tidak mau berpolemik dengan warga sekitar. Bagi saya yang terpenting adalah keberadaan usaha tersebut mengantongi izin dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang,” ujar Ismael Dean kepada moral-politik.com ketika dimintai komentranya soal penolakan warga atas kehadiran pabrik galangan kapal miliknya di Kelurahan Kelapa Lima.

Dia mengaku, jika dengan adanya reaksi penolakan dari warga dan Pemkot Kupang mencabut izin usahanya, maka dia akan angkat kaki dari lokasi tersebut. Hanya saja, yang dia inginkan adalah warga yang tidak setuju agar bertemu dan bicarakan secara baik-baik apa yang mereka inginkan. “Tapi kalau terlalu polemik, saya pamit pulang dan bikin di Ende saja,” katanya.

Karena, tambahnya, tidak ada masalah jika harus angkat kaki dari lokasi usahanya saat ini walau masa kontraknya masih lama. Namun, yang dia pikirkan saat ini adalah nasib 300 tenaga kerja yang bekerja pada perusahaannya jika dia harus menutup usahanya itu dan pindah lokas. 300 tenaga kerjanya itu semuanya tenaga lokal, dan ada yang merupakan warga di sekitar lokasi pembuatan kapal.

Dia malah mengkhawatirkan, jika sampai mengambil sikap menutup usaha dan 300 tenaga kerja kehilangan pekerjaan, akan timbul reaksi protes dari mereka. Bahkan, bisa terjadi demo balik terhadap warga yang memprotes kehadiran usahanya di lokasi itu. “Jadi kalau Pak Wali Kota suruh tutup, besok juga saya tutup, tidak usah pake surat, telepon saja juga saya langsung angkat kaki. Tapi kasihan 300 tenaga kerja yang akan kehilangan pekerjaan,” tambahnya sangat yakin.

Baca Juga :  Mengintip Strategi Gerindra bersama PKS

Kehadiran 300 tenaga kerja di perusahaannya itu selain digaji di atas upah minimum regional (UMR), mereka juga selalu diberikan pelatihan di perusahaan. Bahkan, di antara mereka ada yang pernah mengikuti pelatihan di ITS Surabaya dan bersertifikat. Sehingga, jika mereka diberhentikan karena penutupan usaha di lokas itu, tentunya akan sangat merugikan para tenaga kerja.

“Saya ini juga orang asli NTT dan bukan pendatang, jadi kalau begini saya juga tidak peduli. Saya sudah malas berpolemik. Kalau saya tutup nanti anak-anak kerja bisa demo balik,” pungkas dia.

(nyongky)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button