Home / Populer / Ranperda Inisiatif DPRD ditolak Pemkot Kupang, ini alasannya

Ranperda Inisiatif DPRD ditolak Pemkot Kupang, ini alasannya

Bagikan Halaman ini

Share Button
jsWali Kota Kupang Jonas Salean.

 

MORAL-POLITIK.COM- Pemberian honorarium kepada pendidik nonformal di sekolah minggu dan guru ngaji yang akan diatur melalui Peraturan Daerah Penyelenggaraan Pendidikan, yang merupakan Ranperda Inisiatif DPRD Kota Kupang tak disetujui Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang. Karena, keberadaan mereka hanya sementara dan untuk menyalurkan hobi dan menyebarkan firman Tuhan tanpa menuntut imbalan.

Demikian dikatakan Wali Kota Kupang Jonas Salean di hadapan warga Kelurahan Naimata saat berkantor dan dialog di Gereja Bethel Naimata, Selasa (24/2/2015). Dikatakan, Ranperda Inisiatif Dewan Kota tersebut juga tak disetujui karena tak sejalan dengan aturan yang mengatur tentang keuangan.

Dari segi aturan keuangan berbeda karena mereka bukan guru agama, dan keberadaan mereka tidak terikat. Kehadiran mereka karena kebutuhan dan atas kerelaan mereka. “Bagaimana mengajar orang tentang firman tuntut honor, itu kerelaan, kecuali mereka guru di TK?” katanya.

Sedangkan untuk Guru TK yang diangkat oleh komite yang akan diangkat sebagai honorer dengan SK Wali Kota, mereka diberikan honor seperti pegawai tidak tetap.

Sementara keberadaan para guru sekolah minggu tak dapat diberikan honor. Karena mereka dibutuhkan gereja dan hanya menyalurkan hobi mereka. Apalagi, keberadaan mereka tak berkelanjutan. “Mereka guru seklah minggu, bukan guru agama. Bagaimana kita mau atur gereja. Apalagi mereka tidak digaji,” tambahnya.

Keberadaan mereka, pungkas Salean, adalah untuk melayani. Sehingga, tak bisa diatur oleh pemerintah.

(nyongky)

Baca Juga :  Mengenal Sara-Didit di tengah-tengah Prabowo-Hashim

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button