foto: erny/moral-politik.com

 

MORAL-POLITIK.COM – Memang sangat berbeda jika menelisik atmosfer di arena Car Free Day (CFD) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) jika dibandingkan dengan DKI Jakarta.

Hal paling unik di CFD Kota Kupang, atau yang kerap disebut sebagai Kota Karang ini adalah masyarakat Kota Kupang menginisiatif sendiri acara-acaranya, sedangkan demi kenyamanannya di bawah pengawasan dan koordinasi penuh persaudaraan oleh Aparat Polres Kupang Kota.

Arena yang digunakan untuk CFD adalah di Jalan Raya El Tari, mulai dari bibir Kantor Polda NTT hingga ke bibir Kantor Gubernur NTT. Ruas jalan dua arah itu, ditutup rapat-rapat dalam semua sudut, dan di tempat yang ditutup, aparat Polres Kupang Kota duduk berjaga-jaga.

Tercatat sudah delapan kali (8 minggu) jalannya aktivitas di CFD, namun belum sedikit pun terjadi hal-hal yang tak diinginkan bersama–keributan kecil, semisal pertengkaran, tak pernah terdengar, apalagi berantam (adu fisik) karena saling tersinggung atau apalah namanya.

Hal paling menarik yang bisa dikencani di arena yang dikelilingi pohon tinggi-tinggi nan lebat ini adalah keluarnya Nona-nona Kupang yang dibilang molek, indah, nan rupawan. Mereka datang dengan mimpinya sendiri-sendiri untuk memberikan roh kepada arena yang diprakarsai oleh Kapolresta Kupang Kota dan Walikota Kupang ini.