Home / Populer / Santainya Nona-nona Kota Kupang di arena “Car Free Day”

Santainya Nona-nona Kota Kupang di arena “Car Free Day”

Bagikan Halaman ini

Share Button

P1040733

MORAL-POLITIK.COM– Memang sangat berbeda jika menelisik lebih mendalam perihal atmosfir dan realitas arena Car Free Day (CFD) di Kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan di DKI Jakarta yang pernah dipimpin oleh Gubernur Joko Widodo alias Jokowi, yang kini telah menjabat sebagai Presiden Indonesia untuk masa bhakti 2014-2019 ini itu.

Hal paling unik di CFD Kota Kupang, atau yang kerap disebut sebagai Kota Karang ini adalah masyarakat Kota Kupang menginisiatif sendiri acara-acaranya, sedangkan demi kenyamanannya di bawah pengawasan dan koordinasi penuh persaudaraan oleh Aparat Polres Kupang Kota.

Arena yang digunakan untuk CFD adalah di Jalan Raya El Tari, mulai dari bibir Kantor Polda NTT hingga ke bibir Kantor Gubernur NTT. Ruas jalan dua arah itu, ditutup rapat-rapat dalam semua sudut, dan di tempat yang ditutup, aparat Polres Kupang Kota duduk berjaga-jaga.

P1040735

Tercatat sudah delapan kali (8 minggu) jalannya aktivitas di CFD, namun belum sedikit pun terjadi hal-hal yang tak diinginkan bersama–keributan kecil, semisal pertengkaran, tak pernah terdengar, apalagi berantam (adu fisik) karena saling tersinggung atau apalah namanya.

Hal paling menarik yang bisa dikencani di arena yang dikelilingi pohon tinggi-tinggi nan lebat ini adalah keluarnya Nona-nona Kupang yang dibilang molek, indah, nan rupawan. Mereka datang dengan mimpinya sendiri-sendiri untuk memberikan roh kepada arena yang diprakarsai oleh Kapolresta Kupang Kota dan Wali Kota Kupang ini.

Tidak mengherankan jika penampilan mereka jauh berbeda jika Anda temui di mall, di gereja, di sekolah atau di kampusnya masing-masing. Mereka datang dengan berpakain santai tapi tetap dalam khazanah sopan santun, lagian harganya juga tak bisa dianggap sepele. Belum lagi aroma parfum yang seakan-akan ingin membuat siapa saja yang melewatinya terserang “asma akut”. Sepertinya sudah cendana gaharu pula….

Baca Juga :  Christine Wakano: "Enaknya di CFD ada jual Hamburger"

P1040734

Walau begitu, gadis-gadis seksi dalam banyak hal ini tetap ramah dan familiar untuk diajak mengobrol, apalagi untuk berfoto ria. Terpenting bagaimanakah caranya membangun komunikasi cerdas antara komunikator dan mereka sebagai komunikannya.

“Yuk foto, pasang gaya dan senyum yang paling manis, ya?” kataku, berharap.

Tanpa perlu pasang aksi malu-malu kucing ataupun jual mahal, merekapun bergaya.

“Duh, dosakah jika aku ingin hidup sejuta tahun lagi?” desis bathinku, lirih sekali.

 

Penulis: Vincentcius Jeskial Boekan (Novelis)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button