capresPasangan capres dan cawapres, Prabowo-Hatta Rajasa dan Jokowi-Jusuf Kalla bersalaman saat acara debat di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (9/6/2014).

 

MORAL-POLITIK.COM- Ketua DPP Partai Amanat Nasional Tjatur Sapto Edy yakin partainya akan meraih suara signifikan pada Pemilu 2019 mendatang jika tetap dipimpin oleh Hatta Rajasa. Menurut dia, popularitas Hatta yang tinggi pada hasil Pemilu Presiden 2014 lalu akan berdampak cukup besar terhadap raihan suara PAN.

“Pak Hatta itu sekarang orang kelima terpopuler se-Indonesia,” kata Tjatur di Jakarta, Selasa (24/2/2015).

Melansir kompas.com, menurut Tjatur orang pertama yang paling populer adalah Presiden Joko Widodo. Orang terpopuler kedua adalah saingan Jokowi pada pilpres lalu, yang berpasangan dengan Hatta, yakni Prabowo Subianto. Orang terpopuler ketiga adalah mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Di urutan keempat ada Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Kita butuh pimpinan partai yang bisa mengambil hati rakyat dan itu harus dilakukan oleh pimpinan yang sangat populer,” ujar Ketua Fraksi PAN di DPR ini.

Terlebih lagi, lanjut Tjatur, pada Pemilu 2019 mendatang, pileg dan pilpres akan diadakan secara serentak. Kemungkinan besar, sistemnya juga akan menggunakan sistem proporsional tertutup karena semua fraksi di DPR sudah menggelontorkan wacana itu.

“Lagi-lagi untuk menghadapi semua itu, partai harus dipimpin oleh orang populer. Pilihan rasionalnya begitu,” katanya.

Terlepas dari popularitasnya, Tjatur juga menilai bahwa Hatta sudah banyak membawa prestasi bagi PAN. Salah satu yang paling signifikan adalah raihan suara PAN di Pileg 2014 lalu yang naik 53 persen, dari 2,6 juta suara menjadi 9,5 juta suara.

“Itu perolehan suara tertinggi sepanjang sejarah partai,” pungkas Tjatur.

Seperti diketahui, salah satu agenda dari Kongres PAN yang rencananya akan dilangsungkan di Bali pada 28 Februari-3 Maret adalah pemilihan ketua umum baru. Hatta yang berniat maju kembali sebagai ketua umum akan ditantang oleh Zulkifli Hasan. (erny)