Home / Populer / Antara Nawacita, Cita Citata dan Dukacita

Antara Nawacita, Cita Citata dan Dukacita

Bagikan Halaman ini

Share Button
antaraIlustrasi.

 

 

ISLAMTOLERAN.COM- Ibarat senandung lagunya CITA CITATA yang bilang “sakitnya tuh di sini”, seperti itulah yang dirasakan rakyat saat ini. Janji Presiden pilihan mereka yang kesohor dengan istilah NAWACITA ternyata belum menunjukkan wujudnya. Harus diakui perfoma Jokowi saat ini tidak sedinamis ketika menjadi walikota dan gubernur. Padahal sekarang beliau dipercaya untuk memegang kekuasaan terbesar di negeri ini.

Penegakan hukum yang bersinggungan dengan dunia internasional lumayan meyakinkan melalui aksi pemboman kapal asing dan hukuman mati (meski eksekusi tahap 2 prosesnya cukup alot). Tapi tidak dengan penegakan hukum dalam negeri. Titah Presiden agar jangan ada lagi kriminalisasi seakan tidak di dengarkan oleh pembantu-pembantunya. Sungguh sangat menciderai rasa keadilan masyarakat. Sehebat apapun Polri menyangkal bahwa tindakan mereka bukan kriminalisasi, tidak mampu meyakinkan atau mengelabui masyarakat . Bak sedang kalap, tidak perduli dengan reputasinya ,mereka malah ingin menunjukkan bahwa bukan KPK akan tetapi justru merekalah lembaga superbody itu.

Masyarakat pendukung dan aktivis penggiat antikorupsi meradang. KPK seperti macan yang sudah dilucuti taring dan kukunya. Kita hanya bisa melihat sebuah sinetron yang didominasi pemain peran antagonis yang melakukan balas dendam, merasa dikhianati, saling berebut posisi dan berbagai aksi penuh intrik lainnya. Satu lagi peristiwa yang membuat miris, ketika 2 orang petinggi partai Golkar berdebat dalam siaran langsung di Metro TV, yang satu mengejek yang lain persis seperti anak kecil. Tindakan politisi itu berbuah pukulan ke kepalanya. Merasa di intervensi pemerintah, persoalan melebar sampai kepada rencana memboikot Pilkada serentak oleh pimpinan koalisi Merah Putih.

Sampai kapan semua “kegilaan” ini berakhir? Seakan kita(rakyat) sedang membiayai segelintir orang hanya untuk baku hantam, dan bukan memikirkan bagaimana caranya agar pemberi mandat bisa lebih sejahtera.

Baca Juga :  Terkait Putusan Hakim Sarpin, Ini Sikap KPK!

Sungguh ibu pertiwi sedang bersusah hati. Mungkin kita harus meminta CITA CITATA mendaur ulang lagunya degan judul yang sama namun konten yang berbeda. ‘Sakitnya tuh disini’ bukan karena putus cinta namun karena NAWACITA yang layu sebelum berkembang sehingga membuat rakyat meradang dan merasa ber- DUKACITA.

Curahan hati seorang anggota tim gegana (gelisah, galau , merana)

Sumber : kompasiana ( penulis : washington dedy )

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button