Home / Traditional Dress / Bunyi lonceng di malam hari, Warga Austria Tuntut Gereja

Bunyi lonceng di malam hari, Warga Austria Tuntut Gereja

Bagikan Halaman ini

Share Button
loncengMenurut Lassy, suara lonceng gereja mencapai 77 desibel, dari ketentun 50 desibel. (Ilustrasi/Thinkstock/Ingram Publishing)

 

MORAL-POLITIK.COM- Seorang arsitek Austria, Wolfgang Lassy, tak tahan lagi mendengar bunyi lonceng gereja di dekat rumahnya pada malam hari. Lassy akhirnya melayangkan surat kepada Paus Fransiskus dan menyatakan akan menuntut insitusi Katolik tersebut.

Dalam dua lembar surat tersebut, Lassy meminta bantuan Paus untuk menghentikan bunyi lonceng Katedral Konsepsi Suci di Linz, Austria.

Lassy mengaku tidak dapat tidur lantaran lonceng gereja tersebut berdentang 222 kali dalam semalam. Lonceng biasanya berdentang empat kali dalam satu jam, ditambah 28 kali pada tengah malam.

“Tidur membuat saya sangat stres. Saya sering harus menenggak pil tidur agar bisa beristirahat,” ujar Lassy kepada harian Heute seperti dikutip Independent pada Senin (9/2).

Menurut perhitungan Lassy, lonceng tersebut ilegal karena bunyinya mencapai 77 desibel. Menurut hukum, bebunyian di area pemukiman tidak boleh melebihi 50 desibel.

Dalam tuntutannya, Lassy meminta gereja untuk tidak membunyikan lonceng pada malam hari. Sidang dengar pendapat akan digelar pada Jumat (13/2). Hingga kini, belum ada konfirmasi kehadiran Paus dalam proses sidang.

Sebelumnya, seorang pastor di dekat Kota Muhlkreis menghentikan bunyi lonceng gerejanya. Hal ini dilakukan dalam upaya percobaan untuk melihat efek dimatikannya lonceng terhadap kualitas tidur penduduk setempat. (erny)

Baca Juga :  Pria Korsel ingin wanita Korut, tapi wanita Korut 'cuek'

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button