Home / Populer / Catatan dari Puncak Perayaan HUT GPI ke-410

Catatan dari Puncak Perayaan HUT GPI ke-410

Bagikan Halaman ini

Share Button
410 gpiWakil Gubernur NTT Benny Alexander Litelnoni (ketiga dari kiri) foto bersama panitia pelaksana. (Humas Setda NTT)

 

 

MORAL-POLITIK.COM- Puncak dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) GPI yang ke-410 ditutup dengan Ibadah Syukur dan Pagelaran Seni di Gereja Paulus Naikoten I, Kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pukul 17.00, Jumat (27/2/2015) yang lalu. Ibadah syukur dengan tema “Memaknai Sejarah, Merawat Persaudaraan dan Menebar Kabar Baik Demi Kesejahteraan Masyarakat ini dimeriahkan dengan tarian dari berbagai daerah, beberapa diantaranya adalah tarian etnis Bajawa dan Flores Timur.

Melansir Siaran Pers Biro Humas Setda NTT yang dikirim ke moral-politik.com, Wakil Gubernur NTT Benny Alexander Litelnoni dalam sambutanya pada Ibadah Syukur tersebut mengatakan, 410 tahun dalam karya pelayanan dan pengembalaan merupakan rentang waktu yang cukup panjang bagi GPI. Ada berbagai macam kesulitan dan tantangan, tetapi juga penuh dengan banyak keajaiban dan berkat Tuhan.

Litelnoni pun mengajak umat, seluruh majelis dan jemaat GMIT untuk memaknai peristiwa bersejarah HUT GPI ke-410 sebagai sebuah momentum refleksi.

“Kita semua diajak untuk berhenti sejenak, menoleh kebelakang untuk melihat kembali segala berkat dan kemurahan Tuhan yang telah kita terima dan kita alami selama rentang waktu 410 tahun. Kita mensyukuri segala peristiwa dan pengalaman iman yang telah kita alami. Dan kemudian dengan rendah hati memohon berkat dan bimbingan Tuhan untuk perjalanan hidup dan karya pelayanan dan pengembalaan jemaat untuk waktu-waktu yang akan datang demi pembangunan iman jemaat,” katanya.

Litelnoni mengingatkan jemaat akan ancaman saat ini yang muncul dari kelompok radikal. Oleh karena itu diharapkan seluruh jemaat untuk tetap membina komitmen dan berjuang bersama menciptakan kehidupan yang damai dan tentram.

Baca Juga :  Ini bocoran gaya Cinta Laura di karpet merah Piala Oscar

Di akhir dari sambutannya, Litelnoni mengucapkan proficiat dan selamat berbahagia kepada seluruh jemaat GMIT yang merayakan HUT GPI yang ke-410. Dia juga berterima kasih atas segala kerja dukungan dari para pimpinan agama terhadap kebijakan pemanfaatan pangan lokal untuk mewujudkan ketahanan pengan di daerah ini.

“Bila kita terus bersinerji, daerah ini bisa kita bangun secara lebih baik. Mari kita terus berjuang dan bekerja lebih keras untuk membangun diri, membangun masyarakat dan daerah ini ke arah yang lebih baik, lebih maju dan lebih sejahtera” pungkas mantan Wakil Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) ini.

Terpisah, Ketua Umum GPI, Dr Pdt. DR Samuel Benyamin Hakh, D.th dalam sambutannya mengatakan, ada tiga aspek penting dalam tema perayaan hari itu yaitu “Memaknai Sejarah, Merawat Persaudaraan dan Menebar Kabar Baik Demi Kesejahteraan Masyarakat. Aspek pertama yaitu memaknai sejarah memberikan makna untuk melihat dan belajar di masa lalu, berefleksi untuk menghadapi masa depan. Aspek kedua, Merawat persaudaraan. Persaudaraan harus dimaknai dalam kristus karena dalam satu iman kita adalah saudara. GPI mengembangkan Etnis Teologi keluarga. Gerja yang lahir dari satu ibu, ditandai dengan jemaat yang datang dari berbagai gereja di indonesia (Talaud, Banggai, Donggala, Minahasa, dan Maluku) untuk menemui ibu (Gereja) untuk merayakan HUT di Kupang NTT. Aspek yang ketiga adalah menebarkan injil. Menebarkan injil bukan hanya melalui mimbar gereja melainkan lewat tindakan nyata dimasyarakat di berbagai bidang, pendidikan, kesehatan, politik, untuk memuliakan nama Tuhan. Beliau juga menyampaikan pesan kepada seluruh jemaat agar menjadikan kehadiran pribadi sebagai saksi Tuhan bagi masyarakat disekeliling kita. HUT ini menjadi satu kesempatan untuk membaharui diri untuk melayani masyarakat.

Baca Juga :  GNPF-MUI dan Jokowi bersua, Alumni 212 pecah?

Setiap tahun, tambahnya, ulang tahun Gereja Protestan Indonesia (GPI) selalu dirayakan jemaat-jemaat di 12 Sinode Gereja Mandiri. GPI memusatkan perayaan HUT yang ke-410 di Timor. Gereja Masehi Injil di Timor (GMIT) menjadi tuan rumah. Warga 11 anggota GPI yang tergabung dalam Gereja Bagian Mandiri (GBM) hadir sebagai Gereja Bersaudara.

Kegiatan perayaan HUT ke-410 GPI dimulai pada Minggu (22/2). Pembukaan diawali di Kota Soe, Timor Tengah Selatan (TTS) dengan Ibadah Pembukaan pada 23-/2 di gedung kebaktian GMIT Imanuel. Selain itu adapun Kegiatan Pelayanan Kesehatan, seminar, talk show kesehatan, bakti sosial, pengobatan gratis, sunatan massal dan Donor Darah. Kegiatan ini dipusatkan di Aula Serba Guna Jemaat Efata Soe, pada pukul 08.00 wita. Selain itu panitia pelaksana mengadakan Gala Dinner pada Selasa (24/2) di Rumah Jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) pukul 18.00. Penutupan HUT ini di adakan di gereja Paulus Naikoten I pada jumat (27/2). Ibadah Syukur ini dihadiri oleh Anggota DPD RI, Drs Ibrahim Medah , Anggota DPR RI, Ir. Fary Franciz,MMA, Wakil Gubernur NTT, Drs. Benny Alexander Litelnoni, SH, M.Si, anggota Dewan Perwakilan Daerah ir. Paul Liyanto, Wakil Bupati TTS, Obed Naitboho. M,Si. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Nusa Tenggara Timur, Ketua Gereja Protestan Indonesia, Dr Pdt. Samuel Benyamin Hakh, D.th, Wakil Ketua SINODE GMIT, Pdt Emy kamaleng dan kelompok paduan suara gereja dari Soe, dan Gereja Paulus, dan beberapa gerja kristen lainnya di kota kupang. (erny/nyongky)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button