Home / Populer / Cerita dari Rapat Koordinasi Kepala Taman Budaya se Indonesia di NTT

Cerita dari Rapat Koordinasi Kepala Taman Budaya se Indonesia di NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button
  1. benWakil Gubernur NTT Benny Litelnony (tengah).

 

MORAL-POLITIK.COM- Rapat Koordinasi Kepala Taman Budaya merupakan Forum Pertemuan Kepala Taman Budaya se Indonesia. Secara umum akan membahas isu-isu penguatan pembangunan kebudayaan pada masing- masing provinsi yang disinergikan dengan kebijakan pemerintah pusat, serta menjalin komunikasi kerjasama antar taman budaya. Namun secara khusus rakor ini akan membahas langkah-langkah teknis persiapan puncak acara Temu Karya Taman Budaya se Indonesia dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi tuan rumah
berdasarkan hasil rapat koordinasi Temu Kepala Taman Budaya se Indonesia pada 12 Mey 2014 di Provinsi Papua, disepakati bersama Provinsi NTT menjadi tuan rumah Temu Karya Taman Budaya se Indonesia pada tahun 2015 ini.

Kepala Biro Humas Setda NTT Lambertus Liti dalam siaran persnya kepada moral-politik.com menuturkan, acara pembukaan Rapat Koordinasi Temu Kepala Taman Budaya se Indonesia diselenggarakan oleh DPA SKPD Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT 2015. Kegiatan ini berlangsung dari hari Kamis 12 Maret 2015 sampai hari Sabtu 14 Maret 2015 bertempat di Hotel Johns. Acara ini dimeriahkan oleh Tarian Tanah Lontar, berasal dari Timor yang dibawakan Putra dan Putri NTT.

Wakil Gubernur NTT Benny Litelnony memperkenakan NTT kepada Kepala Taman Budaya dari 26 Provinsi di Indonesia melalui  sambutannya mengatakan, secara kasat mata NTT memiliki 1.192 potensi wisata di 1.192 pulau di Nusa Tenggara Timur. Namun jika menjenguk lebih jauh ke dalam gugusan kepulauan di Flobamora, daerah NTT memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Beberapa diantaranya, keunikan budaya yang dimilikinya seperti suku Boti di Timor, Kemegahan Megalitik Merapu dan Pasola di Sumba, Tarian Caci dan Kampung Wae Rebo di Manggarai, Kampung Adat di Bena Ngada, tradisi berburu Ikan Paus di Lembata, Benteng Tujuh Lapis Makes di Belu,  Sasando Rote serta pesta adat dengan berbagai ritual adatnya yang sakral.

Baca Juga :  "Memercakapkan posisi SBY kala sambut Jokowi di Istana Negara"

“Keunikan alam yang dimiliki seperti Komodo di Manggarai Barat, 17 pulau Riung di Ngada, Danau Tiga Warna Kelimutu di Ende, Kuda Sandelwud di Sumba, Taman laut Pulau Kepa di Alor dan berselancar di Nemberala Rote. Keunikan religi melalui Prosesi Jumat Agung di Larantuka, di Noemuti TTU, di Sikka, Prosesi Patung Bunda Maria.
Rapat ini sendiri digagas dan dilaksanakan untuk mendiskusikan berbagai langkah terkait rencana pelaksanaan serta kesiapan Kupang Nusa Tenggara Timur sebagai tuan rumah Puncak Acara Temu Karya Taman Budaya se Indonesia Bulan September 2015. Akan hadir  1500 peserta rakor dari berbagai daerah di Indonesia,” tambahnya.

Selanjutnya Wakil Gubernur juga meminta kerja sama untuk mendiskusikan persoalan yang urgen untuk dikritisi dengan cermat menjelang kegiatan puncak ini yakni rencana untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitas lembaga Taman Budaya untuk mengekspose berbagai informasi potensi budaya yang terdapat di setiap daerah, membangun kemandirian lembaga Taman Budaya untuk menjadikan dirinya benar-benar sebagai taman kebudayaaan di suatu daerah, membangun sinerjitas antara Kantor Taman Budaya dari setiap daerah, tukar-menukar informasi potensi  kebudayaan, membangun solidaritas masyarakat dari beranekaragam latar belakang sosial budaya untuk kehidupan bersama yang harmonis sebagai sesama anak bangsa dan juga mendiskusikan berbagai upaya pelestarian kebudayaan.

Acara Pembukaan Rapat Koordinasi Kepala Taman Budaya se Indonesia tahun 2015 ini dihadiri oleh Wakil Gubernur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Pejabat Lingkup Dinas Pendidikan, Pejabat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, para Kepala Taman Budaya se Indonesia, Kepala Balai Latihan Kesenian DKI Jakarta. (erny/nyongky)

 

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button