Home / Populer / DPRD Kota Kupang: Dinas/Badan Pakai Absensi Scan Wajah

DPRD Kota Kupang: Dinas/Badan Pakai Absensi Scan Wajah

Bagikan Halaman ini

Share Button
aaMarthinus Medah (kanan), dan Zeyto Ratuarat (kiri).

 
MORAL-POLITIK.COM- DPRD Kota Kupang mengusulkan kepada Pemerintah Kota Kupang untuk memasang scaner wajah di setiap instansi untuk memantau kehadiran Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak disiplin masuk keluar kantor.

“Sebagaimana yang kami temui di Provinsi Bali dari hasil kunjungan kerja, hampir semua dinas dan badan menerapkan absensi scan wajah. Alat tersebut mendeteksi kehadiran pegawai dengan mendeteksi wajah. Alat tersebut dipasang pada pintu masuk kantor. Setiap PNS yang masuk kantor akan dideteksi wajahnya, dan jam masuk kantor. Hal itu memudahkan setiap kepala dinas/badan untuk memantau disiplin dari bawahannya,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Kupang Marthinus Medah kepada moral-politik.com di Gedung DPRD Kota Kupang, Kamis (19/3/2015).

Marthinus mengatakan, Dewan sebagai mitra kerja Pemerintah yang juga berfungsi mengawasi jalannya pemerintahan di Kota Kupang, sangat mendukung pencanangan Tahun 2015 sebagai Tahun Penegakan Disiplin oleh Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Menurutnya, penegakan disiplin di segala aspek termasuk kehadiran dan pelayanan untuk seluruh aparatur lingkup Pemerintah Kota Kupang, sangatlah penting untuk dijalankan. Karena sikap disiplin dinilai memiliki peran besar dalam menentukan jalannya pembangunan serta pelayanan di Kota Kupang.

“Scan Wajah itu berfungsi sebagai media absensi para pegawai, dengan mendeteksi wajah ketika meraka masuk maupun keluar kantor,” katanya.

“Dengan adanya alat scan wajah tersebut, sangat menunjang sistem pengawasan bagi para pimpinan SKPD untuk mengawasi jam masuk dan keluar kantor para bawahannya. “jika ada bawahan yang tidak masuk kantor secara tepat waktu, atau pulang sebelum jam kantor selesai, bisa dipantau secara jelas,” pungkas dia

Khusus untuk provinsi Bali, tambahnya, absensi scan wajah, tidak hanya dipakai oleh dinas/badan saja. Hampir setiap sekolah menggunakan alat tersebut untuk melakukan pengawasan jam masuk dan pulang sekolah. alat tersebut dinilai sangat membantu, dan harganya hanya berjumlah Rp 4,3 juta perunit. Harga tersebut tergolong murah dan bisa dijangkau oleh semua sekolah di Kota Kupang. (nyongky)

Baca Juga :  PKS Siap Usung Risma Jadi Cagub dalam Pilkada DKI 2017

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button