sidangIlustrasi situasi Sidang DPRD Kota Kupang.

MORAL-POLITIK.com – Fraksi Gerindra DPRD Kota Kupang berpendapat, Ranperda Bangunan Gedung merupakan hal yang penting untuk direalisasikan saat ini, meskipun Ranperda usul inisiatif DPRD dinilai cukup terlambat sebab sudah banyak bangunan publik di Kota Kupang yang tidak terkontrol.

Pendapat Fraksi Gerindra ini disampaikan Anggota Fraksi Gerindra Merry Salow dalam sidang Paripurna ke-5 DPRD Kota Kupang, tentang Pendapat Wali Kota Kupang Jonas Salean tentang Pengajuan Ranperda Inisiatif DPRD, Selasa (24/3/2015).

Dia menjelaskan, Ranperda usul inisiatif Dewan sangatlah tepat sebelum terlambat jauh. Namun satu hal yang penting berkaitan dengan Ranperda ini adalah dari aspek tata ruang, aspek estetika dan aspek keharmonisan.

“Kita harus memperhatikan keberagaman etnik yang berada di NTT. Oleh karena itu ciri khas bangunan gedung Tiross harus ditonjolkan agar keberagaman tersebut tetap terpelihara dengan baik,” katanya.

Sementara tentang Ranperda Insentif Bagi Pendidik Non Formal, tambahnya, Ranperda ini berdampak pada pengeluaran keuangan daerah yang cukup besar, sehingga perlu dilakukan analisa yang mendalam, agar tidak membebani keuangan daerah, atau paling tidak pemberian insentif harus disesuaikan dengan keuangan daerah.

“Pada prinsipnya, jika keuangan daerah tidak memungkinkan maka implementasi harus ditunda. Kami khawatir jika ranperda ini ditetapkan maka akan bermunculan tenaga pendidik non formal siluman. Selain itu, yang harus dihindari adalah dampak hukum yang ditimbulkan kemudian hari,” pungkas Salow. (nyongky)