hanyaKetua Fraksi Gerindra DPRD DKI Mohammad Sanusi.

 

 

MORAL-POLITIK.COM- Anggota DPRD DKI dari Fraksi Partai Gerindra, Mohammad Sanusi, menganggap rancangan pemerintah daerah (raperda) tentangg anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak cermat. Rancangan itu ia anggap hanya memuat judul program tanpa penjelasan detail tentang program tersebut.

“Pak Ahok bilang dia minta dibahas dan disetujui. Akhirnya dibahas dan isinya (raperda APBD) apa? Isinya itu kosong-kosongan, judul-judulan,” ujar Sanusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2015).

Sanusi menjelaskan tidak ada rincian program dalam raperda yang diberikan Pemprov DKI. Contohnya, ada program berjudul pembangunan pipa air bersih dengan sebesar Rp 100 miliar, pemeliharaan Jalan RP Suprapto sebesar Rp 50 miliar, dan bantuan sosial kepada warga kampung deret sebesar Rp 300 miliar.

Akan tetapi, kata Sanusi, tidak ada penjelasan mengenai panjang pipa yang dibangun maupun luas jalan yang akan dipelihara. Hal itulah yang disebut Sanusi dengan “judul-judulan”.

Ia menyebutkan, ketika hal itu ditanya kepada eksekutif, Pemerintah Provinsi DKI mengaku tidak pernah mengusulkan hal itu. Akhirnya, anggaran program pun dicoret.

Menurut Sanusi, tidak ada masalah pada saat proses pembahasan itu. Masalah terjadi setelah rancangan itu telah disetujui dalam sidang paripurna DPRD dan siap diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri. Ia menyebut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak menyerahkan hasil pembahasan itu kepada Kemendagri.

Sanusi merasa terkejut karena ternyata RAPBD itu sudah dimasukkan dalam bentuk e-catalogue dan e-budgeting. E-budgeting itu sudah dikunci oleh Ahok sebelum pembahasan bersama DPRD. Sehingga, hasil pembahasan tidak dapat masuk lagi dalam RAPBD.

“Harusnya, e-budgeting diinput setelah pengesahan antara eksekutif dan legislatif. Bukan (hasil) e-budgeting yang dikirim (ke Kemendagri). Logikanya kalau e-budgeting sudah dikunci, kenapa minta dibahas oleh Dewan? Kenapa secara undang-undang minta dibahas?” pungkas Sanusi. (vjb)